Ariel Sharon Akan Dikubur di Samping Makam Istrinya

Mantan PM Israel Ariel Sharon
Sumber :
  • REUTERS/David Silverman/Pool/Files
VIVAnews -
Mantan Perdana Menteri Israel Ariel Sharon akan dimakamkan pada Senin waktu setempat di samping makam istrinya di Negev yang meninggal tahun 2000 silam. Pemakaman rencananya akan dihadiri para perwakilan negara sahabat.


Diberitakan
YNet News
, Sharon yang meninggal dunia pada Sabtu kemarin akan diterbangkan dari Tel Aviv ke Bukit Anemones, dekat Peternakan Sycamore milik keluarganya di Negev. Di tempat ini, dimakamkan juga istri Sharon, Lily Yehuda.


Sharon diketahui sangat mencintai istri yang telah dinikahi selama 37 tahun itu. Dia kerap mengatakan rindu istrinya tersebut. Lily adalah adik dari istri pertama Sharon, Margalit Yehuda, yang tewas pada kecelakaan mobil tahun 1962.


Ribuan orang diperkirakan akan hadir pada pemakaman besok. Di antaranya yang hadir adalah Wakil Presiden Amerika Serikat Joe Biden, mantan perdana menteri Inggris Tony Blair, dan menteri luar negeri Rusia.


Ibu Kota Bangkok Berencana Dipindahkan, Thailand Ikuti Langkah Indonesia?
Penghormatan terakhir terhadap Sharon akan dilakukan warga Israel saat jasadnya disemayamkan di plaza Kenisah hari Minggu ini dari pukul 12.00 hingga 18.00. Pemakaman akan dilakukan secara kenegaraan dan militer. Petinya akan digotong oleh enam jenderal Israel.

Pelatih Persib Bandung Komentari Efek VAR di Championship Series Liga 1

Akan berpidato dalam pemakaman tersebut adalah Presiden Israel Shimon Peres, Ketua parlemen Kenisah Yuli Edelstein, PM Benjamin Netanyahu, dua putra Sharon Omri dan Gilad, Wapres AS Joe Biden dan mantan PM Inggris Tony Blair.
Tips Memilih Mobil Sesuai dengan Zodiak, Kamu yang Mana?


"Saya akan memimpin delegasi AS untuk pemakamannya, memberi penghormatan pada Sharon dan meneguhkan kemitraan yang tidak tergoyahkan antara Amerika Serikat dan Israel," kata Biden dalam pernyataannya.


Sharon meninggal dunia di usia 85 tahun setelah delapan tahun terakhir koma di rumah sakit. Kendati ditangisi di Israel, namun kematiannya ini yang menganggap Sharon adalah "Si Pembantai". (adi)

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya