Menolak Bayar Suap, Perempuan di India Diperkosa

Lemahnya perlindungan hukum, baik dari sisi undang-undang maupun penegakan hukum membuat kasus-kasus kejahatan seksual terus berulang.
Sumber :
  • VIVAnews/Adri Prastowo
VIVAnews -
Kasus perkosaan kembali terjadi di India. Korbannya adalah seorang perempuan awal pekan ini, 9 Juni 2014, di sebuah pos polisi di Distrik Hamirpur. Saat itu dia ingin memastikan apakah suaminya sudah dibebaskan polisi.


Dilansir dari harian
Tribune Pakistan
, Kamis 12 Juni 2014, pemerkosaan itu terjadi pukul 23:30 malam.


"Saat itu tidak ada satu orang pun di pos itu. Kemudian seorang sub inspektur membawa saya ke ruangannya dan memperkosa saya di dalam pos polisi," ungkap perempuan yang tidak disebut namanya itu kepada
CNN-IBN
.


Akhirnya, Rabu kemarin, dia melaporkan kasus perkosaannya kepada polisi. Korban berpendapat, dia diperkosa karena menolak membayar uang suap untuk membebaskan suaminya.
Dugaan Penyebab Anggota Polresta Manado Tewas Bunuh Diri di Dalam Mobil Alphard


Musa Rajekshah: Bismillah, Saya Siap Maju Jadi Calon Gubernur Sumut
Pejabat polisi dari Hamirpur, Virendra Kumar Shekhar berjanji akan memproses laporan itu sesuai prosedur hukum yang berlaku. Sementara itu, sub-inspektur polisi Balbir Singh mengatakan, korban menyebut dia diperkosa oleh empat anggota polisi yang tengah berada di pos.

Fuji Dijodohkan dengan Mayor Teddy, Haji Faisal: Ya Boleh-boleh Saja

Kasus pemerkosaan itu terjadi tidak lama setelah dua remaja putri berusia 12 dan 14 tahun ditemukan tewas tergantung di pohon mangga dekat rumah mereka. Sebelum digantung, kedua korban yang merupakan sepupuan itu terlebih dulu diperkosa.


Mereka dilaporkan tengah mencari toilet umum, karena tidak memiliki fasilitas itu di rumahnya. Di sana lah mereka diserang.


Perdana Menteri Narendra Modi akhirnya bersuara soal masih ramainya tindak pemerkosaan di India. Dia menyerukan kepada para politisi agar bekerja sama untuk melindungi kaum perempuan.


Modi memperingatkan para politisi agar tidak mempolitisir kasus pemerkosaan, dengan mengatakan hal tersebut sama saja dengan memainkan martabat perempuan. Pernyataan itu dia sampaikan dalam pidato pertamanya di hadapan parlemen, sejak dia terpilih sebagai pemenang pemilu bulan lalu.


India telah mengesahkan hukuman mati bagi pelaku pemerkosaan beramai-ramai, apabila korban dinyatakan tewas. Hukuman itu diputuskan, usai mendengar kemarahan publik atas aksi pemerkosaan terhadap seorang mahasisiwi yang terjadi pada Desember 2012 lalu. (ren)

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya