Pemerintah AS Bebaskan Mata-mata Israel

mata-mata Israel
Sumber :
  • Reuters

VIVA.co.id - Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyampaikan salam selamat datang atas pembebasan mata-mata Israel Jonathan Pollard. Ia dibebaskan setelah selama 30 tahun menjadi penghuni penjara AS.

Dikutip dari aljazeera.com, Jonathan Pollard diberikan pembebasan bersyarat pada Jumat, 30 November 2015. Pollard yang kini berusia 60 tahun adalah mantan anggota intelijen marinir AS. Ia dituduh berbalik menjadi mata-mata Israel dan memberikan sejumlah informasi penting pada Israel.

PM Israel Benjamin Netanyahu secara cepat merespons pembebasan tersebut.

Dewan Keamanan PBB yang Gagal dalam Menjamin Perdamaian Dunia

"Setelah tiga dekade yang sulit dan panjang, Jonathan akhirnya bisa berkumpul kembali dengan keluarganya," kata Netanyahu, yang selama masa kepemimpinannya terus menekan AS agar membebaskan Pollard.

Dikutip dari Reuters, ketentuan pembebasan bersyarat membuat Pollard harus tetap berada di AS selama minimal lima tahun. Namun pendukungnya, termasuk Netanyahu, dan sejumlah anggota kongres AS, terus meminta izin agar Pollard bisa segera dipindahkan ke Israel.

Tahun 1990, Israel mengakui Pollard adalah agen mereka, dan telah diberikan kewarganegaraan.

"Saya tak memiliki keraguan untuk menuntut hukuman penjara seumur hidup. Ia layak merasakan itu sebagai akibat dari kejahatan yang dilakukannya pada Amerika Serikat," kata Joseph, pengacara yang mewakili pemerintah AS saat pengadilan di Washington D.C.

"Saya akan sangat bahagia jika ia menghabiskan sisa hidupnya di penjara," Joseph menambahkan.

Para pejabat AS mengatakan, Pollard digaji oleh Israel selama berbulan-bulan untuk mencuri data dan sejumlah besar dokumen rahasia dari negara-negara yang dianggap Israel sebagai musuhnya. (ase)

Kegagalan Hukum Internasional dalam Menghadapi Kejahatan Perang Israel
Ilustrasi Boikot Produk Israel. Sumber: Flickr.com

Antara Dukungan dan Keberlanjutan Ekonomi Lokal

Konflik di Gaza, mengundang respons dari berbagai masyarakat Indonesia dengan melakukan boikot terhadap produk yang terhubung dengan Israel.

img_title
VIVA.co.id
24 November 2023