Salah Abdeslam, Pelaku Utama Serangan Paris 2015 Tertangkap

Salah Abdeslam
Sumber :
  • BBC

VIVA.co.id - Lebih dari empat bulan lamanya, Salah Abdeslam, tersangka utama dalam serangan mematikan di Paris dan Prancis pada 13 November 2015 lalu akhirnya tertangkap. Pria berkebangsaan Belgia itu ditangkap di sebuah kediaman di distrik Molenbeek, Brussel.

Seperti diberitakan BBC, Sabtu, 19 Maret 2016, pada hari Selasa lalu, polisi menggrebek kediamannya, rumah bertingkat nomor 79 di samping apotek, satu mil dari pusat kota Brussels.  
 
Polisi mengetahui keberadaan Salah, setelah menemukan sidik jari di dinding bangunan yang tak jauh dari kediamannya tersebut.
 
Kini, polisi juga mengamankan tiga anggota keluarga Salah yang diduga sengaja menyembunyikan buronan yang diklaim juga merupakan anggota militan ISIS.
 
Merespons penangkapan tersebut, Presiden Prancis Francois Hollande menyatakan agar Salah segera diektradisi ke Prancis. “Secepat mungkin,” tegas Francois.
 
Penangkapan terungkap setelah beredarnya video yang menunjukkan Salah ditodong polisi dan terlihat Salah mengalami luka tembakan di kakinya.
 
Buronan lain ikut tertangkap
 
Di tempat yang sama, polisi juga menangkap tersangka lainnya yang terdaftar sebagai buronan, Monir Ahmed Alaaj. 
 
Gelar Operasi Antiteror, Polisi Kanada Lumpuhkan Tersangka
Dia sama-sama melakukan perjalanan bersama Salah ke Jerman pada Oktober tahun lalu, sebelum serangan Paris.
 
Bertemu Menteri Australia, Yasonna Bahas Soal Terorisme
Polisi juga mengamankan paspor Suriah palsu yang tertera namanya. Lalu, satu lagi, Mohamed Belkaid, berkebangsaan Aljazair tewas ditembak polisi di tempat penggerebekan. Sementara itu, dua tersangka lainnya diduga berhasil melarikan diri.
 
UEA: Teroris Sebarkan Radikalisme Lewat Video Game
Belkaid sendiri menurut keterangan para pejabat menggunakan kartu identitas palsu dengan nama Samir Bouzid.
 
Kartu identitas itu digunakan saat melintasi perbatasan Austria dan Hongaria. Ketika itu, dia bersama Sala dan buronan lainnya pada bulan September lalu. 
 
Kartu identitas itu digunakan empat hari setelah serangan Paris, Belkaid menggunakan karut identitas tersebut di kantor Western Union di Brussels untuk mentransfer uang kepada Hasna Aitboulahcen. Jaksa Belgia menyebut penerima transfer Belkaid adalah keponakan pimpinannya di Paris, Abdelhamid Abaaoud . 
 
Sementara itu, Abaaoud dan Aitboulahcen telah tewas, ketika razia kepolisian di pinggiran Paris Saint Denis, pada 18 November 2015 lalu.
 
Peristiwa penembakan dan bom bunuh diri di Paris dan Prancis tahun lalu menewaskan sebanyak 130 orang dan ratusan orang terluka. 
Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya