KBRI Pantau Data WNI Usai Ledakan Bom Brussels

Warga Paris ikut menyatakan duka cita pada Belgia. Mereka meletakan lilin diantara bendera Belgia di Place de Republique, Paris.
Sumber :
  • REUTERS/Philippe Wojazer

VIVA.co.id – Duta Besar Indonesia untuk Belgia, Yuri Octavian Thamrin mengatakan bahwa pemerintah Indonesia tak harus mengeluarkan peringatan perjalanan atau travel warning terhadap WNI yang akan berangkat menuju Belgia.

Bandara Brussels Dibuka, Penumpang Membeludak

Sebab, negara tersebut kini memang tengah menutup pintu masuknya baik jalur bandara maupun stasiun kereta. Meskipun sejumlah negara diketahui sudah mengimbau warganya tak bepergian ke  Belgia.

Pihak Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) saat ini terus menelusuri apakah ada potensi korban WNI lagi dalam ledakan bom di bandara Brussels dan stasiun kereta tersebut.

Belgia Bantah Tuding Muslim Dalang Serangan Bom

"Sementara ini belum ada pemberitaan resmi dari pemerintah Belgia, tapi kami terus mengontak kedutaan (lain di sekitar) dan telusuri data warga Indonesia," kata Duta Besar Yuri kepada tvOne, Rabu 23 Maret 2016

Hingga saat ini, yang diketahui menjadi korban adalah seorang ibu WNI dan dua orang anaknya. Keadaannya setelah terkena ledakan, menurut Yuri, diinformasikan cukup serius.

Pertandingan EURO 2016 Jadi Target Serangan Teroris

Kedutaan, Yuri menambahkan, juga terus menelusuri informasi, tak hanya dari pemerintah, namun media sosial tentang WNI yang dimungkinkan ke atau dari Belgia pada saat ledakan terjadi pada Selasa 22 Maret 2016.

Tak hanya itu, sejumlah dokter WNI yang bekerja di rumah-rumah sakit di Belgia juga dikontak untuk mencari tahu soal korban ledakan. "Mudah-mudahan tidak ada lagi korban," kata Yuri.

Ilustrasi/Penjara

Kondisi Penjara Buruk, Belgia Kerahkan Militer

Ini pertama kalinya tentara diterjunkan untuk isu nirmiliter.

img_title
VIVA.co.id
10 Mei 2016