Duterte : Jurnalis Tak Beres Layak Dihukum Mati

Rodrigo Roa Duterte, mantan Wali kota Davao yang kini menjadi Presiden Filipina.
Sumber :
  • reuters.com

VIVA.co.id –  Presiden terpilih Filipina, Rodrigo Duterte mengancam akan menghukum mati jurnalis yang 'nyeleneh." Menurutnya, jurnalis yang tak beres, layak dihukum mati.

Cabang Duathlon Sukses Tambah Medali Emas Indonesia

Pernyataan tersebut disampaikan Duterte saat ia ditanya bagaimana cara mengatasi pembunuhan terhadap jurnalis yang begitu marak di Filipina. Pekan lalu, seorang reporter tewas ditembak di Manila.

"Bukan berarti karena anda seorang wartawan, anda akan terlindungi dari pembunuhan. Terutama jika anda tak beres jadi jurnalis," ujarnya, seperti dikutip dari Channels News Asia, Rabu, 1 Mei 2016.

Presiden Filipina Minta Panitia SEA Games Gratiskan Tiket Pertandingan

Duterte lalu mengambil contoh kasus Jun Pala, seorang jurnalis yang juga politisi. Pala tewas ditembak. Sebelum kejadian, ia sering mengkritik Duterte melalui tulisannya. Hingga saat ini kasus pembunuhan Pala tak pernah terungkap.

"Jika anda adalah jurnalis yang baik, tak ada masalah yang terjadi," ujar Duterte, yang telah menjadi Wali Kota Davao selama dua dekade terakhir. Ia juga diduga memiliki kaitan dengan sejumlah pasukan yang sering main hakim sendiri. "Kebanyakan mereka yang terbunuh, sejujurnya, pasti telah melakukan sesuatu. Anda tak akan terbunuh jika tak melakukan sesuatu yang salah," ujarnya.

Kondisi Kesehatan Presiden yang Ditakuti Gembong Narkoba Memburuk

Duterte juga mengatakan, pasal mengenai kebebasan berekspresi dalam konstitusi Filipina tak akan selalu melindungi seseorang dari dampak pencemaran nama baik. "Ini bukan tentang kebebasan berbicara. Konstitusi tak akan bisa melindungi anda jika anda tak mau menghargai orang lain," katanya.

Pria yang dikenal nyeleneh ini juga menekankan, ia akan menjatuhkan hukuman mati pada jurnalis yang melakukan korupsi. Menurutnya, begitu banyak jurnalis di Filipina yang melakukan korupsi.

Filipina masuk dalam kategori negara yang paling berbahaya bagi wartawan. Sejak terjadi kekacauan demokrasi, setelah turunnya Ferdinand Marcos tiga dekade lalu, tercatat 174 jurnalis yang tewas dibunuh. Kebanyakan kasus pembunuhan atas mereka tak pernah terungkap.

Presiden Filipina, Rodrigo Duterte.

SEA Games Bermasalah, Presiden Filipina Minta Maaf

Laporan soal buruknya perhelatan SEA Games kembali ditanggapi Duterte.

img_title
VIVA.co.id
2 Desember 2019