Duterte Bantai Ribuan Bandar Narkoba dalam Tiga Bulan

Presiden Filipina, Rodrigo Roa Duterte.
Sumber :
  • REUTERS/Erik De Castro

VIVA.co.id – Presiden Filipina, Rodrigo Roa Duterte, baru memasuki masa 100 hari pemerintahannya. Selama kurang lebih tiga bulan kepemimpinannya, aparat Filipina telah membunuh 3.700 bandar dan pecandu narkoba.

Warga Katolik Filipina Tolak Perang Narkoba Ala Duterte

Artinya, dari 3,7 juta warga Filipina yang menjadi pecandu narkoba, khususnya jenis shabu, maka mantan Wali Kota Davao itu baru menghabisi sekitar 0,1 persen jaringan barang haram tersebut.

Menurut Daily Mail, Minggu 9 Oktober 2016, Duterte memang sejak lama mengecam peredaran narkoba yang semakin meluas di negaranya.

131 Organisasi Protes, Apple Hapus Game Sadis Duterte

Dengan tewasnya 3.700 pelaku narkoba ini, maka sedikitnya 36 warga Filipina tewas akibat narkoba dalam satu hari. Sementara, total jumlah penduduk Filipina 100 juta jiwa.

Kendati demikian, pria yang dijuluki 'Sang Penghukum' (The Punisher) ini tetap dicintai rakyatnya. Hal ini dibuktikan dalam hasil jajak pendapat lembaga Social Weather Stations yang dirilis di 100 hari kepemimpinannya.

Pertemuan Trump-Duterte Abaikan soal HAM

Berdasar dari hasil survei yang dilakukan pada 24-27 September 2016, setidaknya 76 persen dari total 1.200 responden mengaku puas dengan kinerja Duterte.

Hanya 11 persen yang menyatakan kurang puas dan sisanya tidak memilih. Mayoritas responden mengaku mendukung kebijakan Duterte, termasuk dalam memerangi narkoba yang telah menewaskan hampir empat ribu orang.

Angka ini juga melampaui semua presiden Filipina sebelumnya, termasuk Benigno Aquino, Joseph Estrada, dan Gloria Macapagal Arroyo.

Namun, tingkat kepuasan masyarakat terhadap Duterte hanya sedikit lebih rendah dari yang pernah diperoleh Fidel Ramos pada 1992.

 

(ren)

Sejak Presiden Filipina, Rodrigo Duterte, melangsungkan kampanye brutal memberantas narkoba dalam setahun terakhir sudah 3500 orang tewas.

Filipina Keluar dari ICC, Duterte Ajak Negara-negara Lain

Tak terima keganasan perang narkoba Duterte diselidiki oleh ICC.

img_title
VIVA.co.id
19 Maret 2018