Obama Gelar Upacara Perpisahan di Kampung Halaman

Mantan Presiden AS Barack Obama.
Sumber :
  • Reuters/Carlos Barria

VIVA.co.id – Dalam hitungan hari, status Barack Obama sebagai Presiden Amerika Serikat (AS) akan digantikan oleh Donald Trump. Obama pun telah mempersiapkan serangkaian upacara perpisahan dirinya pada pekan depan.

Warga Indonesia di AS Ikut Waswas Jelang Pelantikan Joe Biden

Obama menyatakan, upacara perpisahan akan diadakan di Chicago pada Selasa pekan depan di kampung halamannya.

"Bukan hanya karena itu kampung halaman saya, di mana saya bertemu dengan istri saya dan kami memulai sebuah keluarga. Tetapi juga (tempat) di mana karier saya dalam pelayanan publik dimulai,” kata Obama dalam pidato mingguan di sebuah saluran radio, seperti dikutip dari Channel News Asia, Minggu, 8 Januari 2017.

Barack Obama Klaim AS Kini Lebih Terpecah-Belah

Gedung Putih mengatakan bahwa Obama merupakan presiden pertama yang kembali ke kampung halamannya untuk menyampaikan pidato perpisahan. Tradisi perpisahan oleh presiden AS kali pertama dilakukan oleh George Washington pada tahun 1796.

Sementara dalam pidato mingguannya di radio, Obama mengimbau agar seluruh warga AS saling bekerjasama untuk menuju perubahan yang lebih baik. "Ketika kita melakukan bersama-sama, sesuatu berubah menjadi lebih baik," ujarnya.

Barack Obama Sebut Tuduhan Kecurangan Pilpres AS Lemahkan Demokrasi

Dalam pidatonya, dia juga menyoroti beberapa prestasinya selama dua periode memimpin negeri Paman Sam tersebut, seperti perbaikan dalam pelayanan kesehatan, menarik pasukan dari Irak dan Afganistan, mencapai kesepakatan nuklir dengan Iran  dan kesepakatan iklim.

Kendati demikian, dia menyadari bahwa masih ada pekerjaan rumah lain yang belum tuntas. Karena itu, dia berharap warga negara AS yang mencintai negaranya untuk bekerja keras mengubah dan menyelesaikannya. Adapun, serah terima jabatan Barack Obama kepada Donald Trump akan dilaksanakan pada tanggal 20 Januari mendatang.

Patrick Semasky/REUTERS

Resmi Dilantik, Joe Biden Serukan Persatuan dan Akhiri Perang

Dalam pidatonya, Joe Biden mengatakan demokrasi sangat berharga, tapi juga rapuh. AS sedang menghadapi saat yang penuh ujian.

img_title
VIVA.co.id
21 Januari 2021