Tanggal Kunjungan Wapres AS ke RI Belum Dipastikan

Wakil Presiden AS, Mike Pence (kanan).
Sumber :
  • Reuters/Jonathan Ernst

VIVA.co.id – Kementerian Luar Negeri menyambut positif rencana kedatangan Wakil Presiden Amerika Serikat Mike Pence ke Indonesia. Hal ini mengingat kedua negara memiliki hubungan dan kerja sama yang sangat baik.

Kemlu Berhasil Selamatkan Hak Finansial WNI di Luar Negeri Rp179 M

"Kita menyambut baik (kedatangan Pence). Kedua negara adalah mitra yang kuat dalam konteks strategic partnership," kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri RI, Arrmanatha Nasir, di Jakarta, Rabu 15 Maret 2017.

Kendati demikian, ia belum bisa memastikan waktu dan tanggal kedatangan Pence. Berdasarkan informasi, orang nomor dua di AS itu akan bertandang ke Jakarta pada April mendatang, sebagai bagian dari Tur Asianya.

Kemlu Jawab Tudingan Ade Armando soal Dugaan Pemerasan di Pandemi

Pence dijadwalkan akan bertemu Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla. Kedua negara akan membahas masalah terorisme dan masalah keamanan lainnya. Apalagi, Indonesia merupakan negara dengan penduduk Muslim terbesar di dunia.

Selain itu, Pence juga diperkirakan akan membahas kontrak karya perusahaan tambang PT Freeport Indonesia. Menurut Menkopolhukam, Wiranto, rencana kunjungan Pence ini adalah bukti itikad baik AS menjaga hubungan diplomatik dengan Indonesia yang telah terjalin sejak 1949 silam.

Keren, Peneliti RI Raih Penghargaan Riset Post-Doktoral di Inggris

Ia berharap bahwa perjanjian bilateral yang telah disepakati di era pemerintahan Barack Obama tidak berubah atau dibatalkan.

Menurut dia, sejumlah perjanjian kerja sama penting antara kedua negara disepakati dalam waktu 10 tahun terakhir. Dalam kurun waktu itu, pejabat kedua negara, termasuk kepala negara, saling berkunjung satu sama lain.

Presiden AS Barack Obama berkunjung ke Indonesia pada 2010. Sementara itu, Presiden Joko Widodo melakukan kunjungan ke AS pada 2015. (ren)

Garuda Indonesia angkut WNI yang dievakuasi dari Ukraina

Kemlu: 120 WNI di Ukraina Dipulangkan ke RI, 32 Orang Pilih Menetap

Pemerintah Indonesia masih terus berusaha untuk mengevakuasi Warga Negara Indonesia (WNI) yang masih berada di Ukraina.

img_title
VIVA.co.id
10 Maret 2022