Korea Selatan Kerahkan Semua Upaya untuk Cegah Perang

Presiden Korea Selatan Moon Jae-in
Sumber :
  • Seo Myeong-gon / Yonhap via REUTERS

VIVA.co.id – Aksi perang retorika antara Presiden AS Donald Trump dengan Korea Utara semakin sengit. Pernyataan Korea Utara yang mengatakan siap menembakkan empat rudal balistik mereka ke wilayah Guam mendapat tantangan dari AS.

Intip Beda Aturan Taksi Online RI dengan Korea Selatan

Beberapa hari lalu Presiden Donald Trump mengatakan, posisi Amerika saat ini adalah "lock and loaded." Istilah itu adalah istilah populer untuk menyatakan kesiapan militer AS menghadapi situasi perang. Komentar Trump juga mendapat penguatan dari Menteri Pertahanan AS, James Mattis.

Di hadapan wartawan di Pentagon, Senin, 14 Agustus 2017, Mattis mengatakan, "Jika Korea Utara menembakkan rudal mereka ke wilayah AS, maka 'permainan' akan dimulai." Pernyataan Menteri Pertahanan AS James Mattis alias Mad Dog tentang kesiapan AS berperang dengan Korea Utara segera mendapat tanggapan dari Korea Selatan.

Presiden Wanita Pertama Korsel Dibui 24 Tahun, Ini Kasusnya

Presiden Korea Selatan Moon Jae-in menegaskan apa yang akan terjadi di Semenanjung Korea harus melalui persetujuan Korea Selatan.

"Aksi militer di Semenanjung Korea hanya bisa diputuskan oleh Korea Selatan. Dan tak ada seorang pun yang bisa mengambil keputusan untuk melakukan tindakan militer tanpa persetujuan Korea Selatan," ujar Moon Jae-in seperti diberitakan oleh CNN, Selasa, 14 Agustus 2017.

Gubernur di Korea Mundur Usai Dituduh Perkosa Sekretarisnya

Pernyataan tersebut disampaikan Moon saat berpidato dalam perayaan pembebasan nasional Korea Selatan dari penjajahan Jepang yang terjadi sejak 1910 dan berakhir pada 1945. Diberitakan oleh Channel News Asia, 15 Agustus 2017, Presiden Moon juga mendesak Korea Utara untuk duduk di meja perundingan. Ia menegaskan sanksi yang diberikan pada Korea Utara sebenarnya bertujuan untuk menarik Korut keluar dan berunding.

"Saya menyerukan pada pemerintah Korea Utara, tanpa kooperasi internasional dan koeksistensi, maka pembangunan ekonomi adalah hal yang tak mungkin," ujar Moon. "Bila Anda terus menggunakan cara ini, maka isolasi internasional akan terus terjadi dan masa depan akan suram," dia menegaskan.

"Pemerintah Korea Selatan telah menempatkan semuanya dalam barisan, dan akan mengerahkan seluruh upaya untuk menghalangi perang," ujarnya. (ase)

Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un dan Presiden Korea selatan Moon Jae-in.

Bertemu Presiden Korsel, Kim Jong Un Didampingi Wanita

Wanita 30 tahun itu sosok paling dekat dengan Kim Jong Un.

img_title
VIVA.co.id
27 April 2018