Pesinden Kondang Anik Sunyahni Jadi Korban Penganiayaan Debt Collector

Pesinden kondang Anik Sunyahni berbicara kepada pers di rumahnya di Kabupaten Sleman, DI Yogyakarta, Jumat 29 April 2022, tentang penganiayaan oleh sekelompok orang penagih utang (debt collector) terhadap putranya.
Pesinden kondang Anik Sunyahni berbicara kepada pers di rumahnya di Kabupaten Sleman, DI Yogyakarta, Jumat 29 April 2022, tentang penganiayaan oleh sekelompok orang penagih utang (debt collector) terhadap putranya.
Sumber :
  • VIVA/Cahyo Edi

Setelahnya datang puluhan orang ke rumah Anik dan mereka menyerang orang yang ada di dalam rumah, termasuk putranya. "Mereka datang banyak sekali bawa senjata tajam. Saya bisanya teriak Allahu akbar, Allahu akbar. Saya lari. Kalau enggak lari mungkin kena tusuk juga," ujarnya.

Putra mengatakan ada tiga buah mobil yang datang ke rumahnya setelah tiga penagih utang itu meminta maaf, berdamai, lalu pulang. "Tapi tiba-tiba dia pamit keluar dan datang lagi orang itu bawa massa," katanya.

"Salah satu ketuanya turun dari mobil, lalu bilang, 'Siapa yang mau pukul adik saya?' Lalu saya bilang, 'gimana?' cerita Putra.

Putra mengaku kemudian ada yang memukulnya dari belakang. Saat itu ada serombongan orang yang membawa senjata tajam mau menyerangnya.

Dia lantas menemui seorang pemimpin rombongan yang menyerangnya, kemudian dipertemukan oleh salah seorang penagih utang yang awalnya datang ke rumahnya. "Saya kemudian ditampar, dilempar asbak, dan dipukul. Saya lari karena dikejar orang bawa senjata tajam. Saya masuk ke dalam, pintu sempat dibacoki. Mungkin karena lihat ada kamera CCTV orang itu lalu mundur," katanya.

Rombongan penyerang segera meninggalkan lokasi setelah polisi datang ke rumahnya.