5 Orang Diduga Palsukan Pelat Dinas DPR Ditangkap

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Ade Ary
Sumber :
  • VIVA.co.id/Foe Peace Simbolon

Jakarta - Sebanyak lima orang ditangkap buntut dugaan kasus pemalsuan pelat dinas khusus Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Kelimanya sudah jadi tersangka.

img_title Peringati 98 Tahun Sumpah Pemuda, DPR RI Ajak Rawat Persatuan Lewat Kerja Nyata

Mereka telah ditahan penyidik Subdirektorat Kejahatan dan Kekerasan Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya. Hal itu diungkapkan Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Ade Ary Syam Indradi.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Penanganan kasus pelat DPR dan KTA (kartu tanda anggota) bodong telah ditahan 5 orang tersangka," katanya, Senin, 27 Mei 2024.

img_title Jakarta Diguncang 61 Titik Demo Hari Ini, di DPR hingga Mahasiswa Trisakti Turun Aksi

Ilustrasi pelat nomor putih

Photo :
  • Dok: NTMC Polri

Mantan Kapolres Metro Jakarta Selatan tersebut mengungkapkan, pihaknya pun menyita beberapa barang bukti dalam kasus ini. Ada sebanyak delapan unit mobil dengan pelat palsu, lalu 25 kartu tanda anggota DPR RI.  "Dengan barang bukti 8 mobil dan pelat serta kartu tanda anggota DPR RI 25 buah," katanya.

img_title Kecelakaan 2 Truk di Depan Gedung DPR, Keramik Tumpah Bikin Gatot Subroto Macet

Kasus ini terbongkar setelah Wakil Ketua MKD, Nazarudin Dek Gam mendapat informasi soal adanya penggunaan pelat nomor dinas khusus DPR palsu pada sejumlah kendaraan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dia mengingatkan bahwa tindakan memalsukan pelat nomor DPR dikategorikan sebagai tindak pidana pemalsuan dokumen sebagaimana diatur Pasal 263 KUHP dengan ancaman hukuman enam tahun penjara.

Ketua Harian DPP PSI, Ahmad Ali

Jokowi Jadi Magnet PSI, Target Tiga Besar Dibidik untuk Pemilu 2029

PSI memasang target besar pada Pemilu 2029. Tak hanya ingin lolos ke DPR RI, partai tersebut juga membidik posisi tiga besar dalam kontestasi politik mendatang.

img_title
VIVA.co.id
29 Oktober 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut