Misteri Kode Gelang Intimidasi di Car Free Day

Video dugaan perisakan tersebut terjadi pada acara Car Free Day yang berlangsung di sekitar kawasan Thamrin-Sudirman, Jakarta, pada Minggu (29/4). - YouTube/Jakartanicus
Sumber :
  • bbc

VIVA – Insiden adanya dugaan intimidasi yang terjadi di arena car free day (CFD), Minggu, 29 April 2018, masih menjadi polemik. Sejumlah pria berkaus #2019GantiPresiden mengintimidasi seorang pria dan perempuan berkaus #DiaSibukKerja.

Aktivis Muhammadiyah, Mustafa Nahrawardaya, menceritakan kejanggalan peristiwa yang berujung intimidasi itu. Pria yang juga pegiat media sosial itu heran dengan acara CFD yang juga dihadirinya tersebut.

"Saya memang pagi jam 9, turun dari hotel. Saya lihat berbau yang tidak sedap, ada beberapa orang asing yang aneh," kata Mustofa dikutip dari acara Dua Sisi, tvOne, Kamis, 3 Mei 2018.

Mustafa mengaku penasaran dengan gambar video peristiwa intimidasi tersebut yang beredar luas di media sosial. Dari gambar video tersebut, ia menemukan ada fakta yang membuatnya berargumen bahwa peristiwa intimidasi itu janggal.

"Menemukan fakta unik, saya teliti detik demi detik, menit demi menit, video itu saya dapatkan dari Youtube," jelas Mustafa.

Dia menjelaskan berdasarkan pengalamannya unjuk rasa ketika mahasiswa ada kode sebagai penunjuk teman atau bukan teman. Kode itu bisa seperti pemakaian pita di lengan antarmahasiswa.

"Ini waktu kita demo, dari korlap, kita biasanya masing-masing ada kode pita. Ini kita mengetahui, itu kawan saya dan yang enggak pakai pita musuh saya," tutur Mustafa.

Mustafa pun melanjutkan 'penelitiannya' terkait video intimidasi dalam CFD tersebut. Menurutnya, kejanggalan ada kode gelang yang dipakai baik oleh sejumlah pria termasuk korban dengan kaus #DiaSibukKerja.

"Di sini ada foto, beberapa orang misterius sekali. Ini dari video yang beredar antara yang memberi uang ini sangat provokatif, mengibas-ibas pakai baju putih yang diberi uang, tapi keduanya pakai gelang yang sama, warna cokelat" tutur Mustafa.

Susi Ferawati di tengah kepungan massa berkaus #2019GantiPresiden.

Selanjutnya, ia menyebut tak hanya gambar tersebut. Menurutnya, ada lagi ketika ia bersama istrinya menemui sejumlah pria dengan memakai gelang hitam. Kata dia, salah seorang pria tersebut bahkan merebut spanduk dan kaus dari istrinya.

"Saya bicara pakai topi yang sama gelang hitam. Jadi saya kejar yang merebut spanduk, kaus. Kedua-duanya pakai gelang yang sama persis. Saya enggak tahu mereka siapa, tapi ketika saya tanya, mereka ngaku polisi," ujarnya.

Baca: Politik Pilpres di CFD Berujung Intimidasi

Ia pun menyebut korban intimidasi bernama Susi Ferawati juga memakai gelang yang sama. Susi juga melaporkan Mustafa ke polisi.

"Dan yang bikin saya kaget, Mbak Susi memakai gelang yang sama, gelangnya sama persis. Jangan-jangan operasi intelijen luar biasa, ini temuan saya di video," jelasnya.

Penularan Corona Tinggi, Car Free Day Bekasi Ditiadakan Lagi

Mustafa menekankan dari gambar video tersebut, diduga ada skenario yang diatur. Ia curiga antara pelaku, korban adalah dari pihak yang sama.

"Dalam intelijen, bisa jadi antara pelaku dan korban adalah pihak yang sama. Provokator, pelaku, dan korban adalah pihak yang sama. Saya tidak menuduh ya, ini penemuan saya di video," tuturnya.

Car Free Day di Bekasi Ditiadakan

Baca: Massa #2019GantiPresiden Jejali Mulut Stedi Pakai Busa

Anies Tiadakan Car Free Day, Aktivitas Berkerumun akan Ditindak Tegas

(ase)

Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi saat memberi keterangan pers.

PPKM Level 2, Semarang Buka Opsi Bioskop dan CFD Kembali Dibuka

Presiden Jokowi mengumumkan penurunan level PPKM di sejumlah daerah. Salah satunya Semarang yang menjadi PPKM level 2.

img_title
VIVA.co.id
1 September 2021