Putar-putar Duit Rp500 Juta untuk Korban Tragedi Monas
- tvOne
VIVA – Kasus kematian dua bocah saat acara bagi-bagi sembako yang digelar Forum Untukmu Indonesia (FUI) di Monas, Jakarta Pusat, sudah masuk tahap penyidikan. Meski orangtua korban telah mencabut laporannya, tapi tindak pidana dalam perkara ini akan tetap diselidiki polisi untuk memutuskan siapa yang bertanggung jawab.
Kuasa hukum yang semula mendampingi keluarga korban, Muhammad Fayyad menyampaikan, bahwa Polsek Gambir telah membuat laporan perkara ini sejak tanggal 1 Mei 2018, yang dibuat oleh Aiptu Joko Suparlan. Petugas yang menemukan tindak pidana ini adalah Bripka Waluyo, anggota reksrim Polsek Gambir.
"Tahapan sudah sampai penyidikan. Kompol Hendro sebagai Kanit Reskrim menyampaikan ke saya bahwa memang akan dilakukan proses outopsi, dengan izin ataupun tanpa izin keluarga tetap akan dilakukan proses outopsi itu," kata Fayyad di ILC tvOne, Selasa malam, 8 Mei 2018.
Fayyad sempat mempertanyakan, kenapa proses outopsi buru-buru akan dilakukan, sedangkan penyebabkan kematian dari RSUD Tarakan hingga kini belum ada kejelasan.
Fayyad kemudian menyinggung soal pencabutan kuasa terhadap dirinya sebagai kuasa hukum keluarga. Mengenai keputusan keluarga, dia belum pernah dihubungi oleh keluarga. Karena ada informasi pemberian uang dalam jumlah besar, dia kemudian menghubungi keluarga.
"Saya menghubungi Mas Adi dan mengiyakan telah menerima uang sejumlah Rp500 juta yang diterima langsung oleh Ibu Komariah. Diserahakn di salah satu kantor pengacara," katanya.
Uang Rp500 juta itu diantaranya untuk mencabut laporan. Dia menyebut, bahwa apa yang dilakukan saat ini hanya untuk mengungkap fakta yang terjadi sebenarnya.
Dia juga menyinggung soal perebutan kuasa untuk mendampingi keluarga korban yang dilakukan oleh Irfan Iskandar, yang saat ini mendampingi keluarga korban.
"Sesama rekan sejawat bisa melakukan seperti itu. Selain akan membawa tentang mekanisme pencabutan kuasa ini ke ranah kode etik profesi, karena ini menyangkut kode etik advokat," katanya.
Sesuai dengan aturan yang berlaku, advokat tidak diperkenankan menarik atau merebut seorang klien dari teman sejawat.
"Itu point penting, jadi saya heran dan tidak habis pikir, sampai saat ini kenapa bisa sampai sejauh itu intervensi dari pihak-pihak yang ada kepentingan dari semua itu," katanya.