Banjir Air Mata di Sidang Pledoi Bos First Travel

Sidang kasus First Travel di PN Depok
Sumber :
  • VIVA/Zahrul Darmawan

VIVA – Pengadilan Negeri Depok kembali menggelar sidang lanjutan kasus penipuan umrah yang menjerat tiga bos First Travel yang merupakan keluarga. Dalam sidang lanjutan ini, hakim memberikan kesempatan pada para terdakwa untuk menyampaikan isi pembelaannya atau pledoi atas tuntutan jaksa, Rabu 16 Mei 2018.

img_title Datangi Kejari Depok, Korban First Travel Minta Aset Segera Dikembalikan

“Majelis hakim yang kami muliakan, Pak JPU (Jaksa Penuntut Umum) yang kami hormati bahwa berujung pada tuntutan, kami merasa sangat keberatan dan kami merasa tidak adil selama persidangan. Semua yang dituduhkan kami tidak terima, kami rasa tidak ada yang salah dan tak berniat melakukan tipuan,” kata Andika Surachman terdakwa utama dalam kasus ini.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Andika menilai, tuntutan penjara selama 20 tahun dan denda sebesar Rp10 miliar tidak layak sebab pihaknya kurang lebih delapan tahun telah memberangkatkan jamaah umrah dengan bendera First Travel. Hingga saat ini, Kementerian Agama juga belum bisa memberikan langkah konkret untuk kasus itu.

img_title Pengacara Sebut Ada Aset Bos First Travel yang Raib

“Satu hal penting tentang pemboikotan visa kami yang tidak pernah terungkap. Di sini kami lihat peran media sepihak semakin memperburuk keadaan dan memojokkan kami,” katanya.

Andika juga memberikan informasi bahwa pada hari selasa 15 Mei 2017 lalu dari sidang PKPU yang diselenggarakan di PTUN telah menghasilkan putusan perdamaian. 

img_title First Travel Salahkan Negara karena Gagal Tunaikan Tuntutan Jemaah

“Artinya adalah ada jalan dan kesepakatan baru terhadap jemaah First Travel yang ingin diberangkatkan telah menghasilkan perdamaian,” lanjut dia.

Suami Annisa Hasibuan itu pun berharap nota pembelaan ini akan jadi pertimbangan bagi majelis hakim dalam memutuskan hukuman terhadap dirinya nanti.

Urusan Anak 

Berbeda dengan sang suami, terdakwa kedua, Annisa Hasibuan justru mengaku menyesal atas kesalahannya dalam kasus penipuan terhadap ribuan jemaah umrah First Travel.  

“Terimakasih atas waktu yang telah diberikan untuk diutarakan kembali bahwa saya sadar dan menyesal atas kesalahan. Saya hanya manusia biasa yang tidak luput dari kesalahan,” katanya berlinang air mata.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dengan terbata-bata, Annisa mengaku, sejak berada di tahanan, urusan keluarga dan tiga anaknya kini terbengkalai.

“Saya sekarang enggak bisa nafkahi adik saya yang sudah menjadi anak yatim hingga mereka harus putus sekolah di tengah jalan demi membiayai kakaknya dipenjara. Sekarang mereka harus menafkahi diri sendiri. Saya menafkahi mereka sejak ayah meninggal,” ujarnya sambil menyeka air mata di pipi.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut