Memaki Pedagang, Polisi Disuruh Hormat Selama Setengah Hari

Anggota Polsek Bekasi Utara Aiptu M diberi sanksi.
Sumber :
  • VIVA/ Dani.

VIVA - Oknum polisi yang memaki-maki pedagang nasi bebek di Jalan Raya Kaliabang, Kelurahan Teluk Pucung, Bekasi Utara, Kota Bekasi, dijatuhi hukuman. Anggota Polsek Bekasi Utara Aiptu M diberi sanksi hormat bendera merah putih selama setengah hari, di halaman Polres Metro Bekasi Kota, Selasa 25 Juni 2019.

Begal Payudara Masih Gentayangan, Kali Ini Sasar Wanita Pulang Kerja di Tanjung Duren

Sebelumnya beredar viral video di media sosial, Aiptu M sedang mencaci maki seorang pedagang nasi bebek karena ditagih membayar uang teh sebesar Rp1000. Dalam video itu oknum polisi itu tak terima, lantaran air minumnya itu dianggap sudah bagian dari pesanan makanannya. Dalam video itu terlihat oknum itu memaki-maki pedagang.

"Apa gue usir sekarang, ngerti enggak? Setan lo. Makan, kok minum bayar. Makan tuh harus ada minum di mana pun, di Padang juga ada minum. Kecuali minum ini (menunjuk kemasan air mineral) harus bayar, ngerti enggak," kata pria yang diduga Aipda M dalam video.

Terungkap Alasan Somalia Punya Banyak Perompak Sadis dan Ditakuti Pelaut

Kapolres Metro Bekasi Kota, Kombes Indarto, mengatakan pada dasarnya masalah kesalahpahaman itu sudah diselesaikan secara musyawarah. Bahkan, Aiptu M sudah menyampaikan permintaan maafnya kepada pedagang nasi bebek bernama Muhar.

"Yang bersangkutan sudah menyampaikan permintaan maafnya kepada pedagang nasi bebek. Dan kami sendiri sudah memberi tindakan disiplin," kata Indarto, Selasa 25 Juni 2019.

AS Pantau Situasi Mencekam di Ekuador, Tapi Enggan Kirim Pasukan

Selanjutnya, Indarto mengimbau kepada seluruh anggotanya agar bersikap ramah dan sopan kepada masyarakat. Sebagai lembaga penegak hukum, harusnya polisi melindungi masyarakat dari kasus kejahatan dan menjalin hubungan yang baik dengan warga.

Ilustrasi hukuman gantung di Iran

5 Fakta Iran Eksekusi Mati 4 Warga Israel Gegara Jadi Mata-mata

Iran telah menjatuhkan hukuman mati terhadap empat warga Israel. Hal tersebut dilakukan setelah melakukan mata-mata.

img_title
VIVA.co.id
1 Februari 2024