DLH DKI: Kandungan Parasetamol di Teluk Jakarta Sampel Tahun 2017-2018

Banjir Rob Muara Angke
Sumber :
  • ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga

VIVA – Dinas Lingkungan Hidup Provinsi DKI Jakarta mengambil sampel air laut pada di Ancol dan Muara Angke menindaklanjuti hasil riset yang menyatakan terdapat kandungan parasetamol berkonsentrasi cukup tinggi di Teluk Jakarta.

Idham Aulia Pencipta Kapal Pembersih Sampah di Teluk Jakarta

Kepala Seksi Penyuluhan dan Hubungan Masyarakat Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, Yogi Ikhwan mengatakan pengambilan sampel ini untuk memastikan pencemaran tersebut masih berlangsung sampai saat ini. Pasalnya pengambilan sampel pada riset tersebut dilakukan 2017-2018 lalu.

Yogi menjelaskan, sampel air laut di Ancol dan Muara Angke dibawa ke Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) Dinas Kesehatan DKI Jakarta untuk diuji laboratorium selama 14 hari.

Ciptakan Kapal Pembersih Sampah Laut, Pemuda Ini Bisa Angkut 1.500 Ton dalam 8 Jam

"Pengambilan sampel dilakukan untuk mengetahui apakah pencemaran masih berlangsung, mengindentifikasi sumber pencemarannya, sehingga akan ada langkah yang diambil untuk menghentikan pencemaran tersebut," ungkap Yogi di Jakarta, Senin, 4 Oktober 2021. 

Yogi menjelaskan Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta melakukan pemantauan kualitas air laut secara rutin minimal per enam bulan sekali, berdasarkan 38 parameter yang baku mutunya diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 22 Tahun 2021 Tentang Penyelenggaraan Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup. 

Miris! Indonesia Masuk Negara Kontributor Polusi Sampah Plastik Laut Terbesar di Dunia

Meski demikian, parameter kontaminan jenis parasetamol tidak diatur secara spesifik di beleid tersebut. "Tapi kami berkomitmen untuk mendalami dan menelusuri sumber pencemarnya dan mengambil langkah untuk menghentikan pencemaran tersebut," ujarnya. 

Sebelumnya, Pusat Riset Oseanografi BRIN bersama Universitas Brighton di Inggris mengungkap hasil studi pendahuluan (preliminary study) mengenai kualitas air laut di beberapa situs terdominasi limbah sisa parasetamol.

Hasil studi pendahuluan yang dimuat dalam jurnal Marine Pollution Bulletin berjudul 'High concentrations of paracetamol in effluent dominated waters of Jakarta Bay, Indonesia' itu menunjukkan antara lain muara sungai Angke dan muara sungai Ciliwung Ancol di Teluk Jakarta tercemar parasetamol dengan konsentrasi tinggi.

Para peneliti menyebut secara teori sumber sisa paracetamol yang ada di perairan teluk Jakarta dapat berasal dari tiga sumber yaitu, ekresi akibat konsumsi masyarakat yang berlebihan, rumah sakit, dan industri farmasi. 

Jumlah penduduk yang tinggi di kawasan Jabodetabek dan jenis obat yang dijual bebas tanpa resep dokter, memiliki potensi sebagai sumber kontaminan diperairan. 

Sedangkan sumber potensi dari rumah sakit dan industri farmasi dapat diakibatkan sistem pengelolaan air limbah yang tidak berfungsi optimal, sehingga sisa pemakaian obat atau limbah pembuatan obat masuk ke sungai dan akhirnya ke perairan pantai.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya