Cegah Klaster Selama PTM, Pemkot Depok Bakal Swab Test Acak di Sekolah

Ilustrasi Sekolah melaksanakan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas.
Sumber :
  • VIVA/Adi Suparman

VIVA – Wakil Wali Kota Depok, Imam Budi Hartono mengatakan, pihaknya akan memastikan pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas bisa terlaksana dengan aman.

Salah satu yang dilakukannya adalah memantau secara berkala ke setiap sekolah dan melakukan tes swab keliling.

"Kita akan swab berkala terhadap guru dan siswa,” kata Imam di sela kegiatannya, Selasa, 5 Oktober 2021.

Imam mengatakan, jika ditemukan adanya penyebaran COVID-19 atau sekolah melanggar aturan protokol kesehatan, tindakan tegas akan dilakukan.

“Kalau terjadi hal-hal yang tidak kita harapkan, maka akan kita setop pembelajaran ini, baik secara total atau pun parsial di sekolah-sekolah yang tidak mematuhi dan menaati protokol COVID-19," ujar Imam.

Hal itu dilakukan agar tidak terjadi klaster baru penularan COVID-19 di Kota Depok.

Terpisah, Wali Kota Depok Mohammad Idris mengatakan, tes swab acak kepada warga sekolah akan dilakukan selama dua pekan.

“Nantinya selama dua pekan, kami akan keliling lakukan swab test secara acak untuk memantau. Mudah-mudahan tidak ada apa-apa,” kata Idris usai memantau jalannya PTM Terbatas seperti dikutip dari laman resmi Pemkot Depok, Senin, 4 Oktober 2021.

Survei: Warga Puas Kinerja Gibran Pimpin Solo

Idris menambahkan, “Ini merupakan upaya dari Pemerintah Kota Depok dalam mencegah penyebaran COVID-19. Jangan sampai kecolongan dan timbul klaster baru dari pelaksanaan PTMT."

Pelaksanaan PTM terbatas di Kota Depok secara resmi sudah dimulai pada Senin, 4 Oktober 2021. Rencananya, untuk dua bulan pertama dilakukan fase transisi yakni hingga tanggal 23 Desember 2021.

Aktivitas Perekonomian di Kota Bandung Dilonggarkan

Setelahnya, akan dilakukan evaluasi untuk masuk ke fase berikutnya yaitu fase masa kebiasaan baru.
 

Wagub DKI Riza Patria di Dukuh Atas.

COVID-19 Melonjak, Siap-siap Swab Massal Bakal Ada di Dukuh Atas

Swab Massal bakal dilakukan di Dukuh Atas karena COVID-19 meningkat dan banyak remaja tak taat protokol kesehatan.

img_title
VIVA.co.id
24 Juli 2022