Kasus Mafia Tanah Sasar Kakek Tukang AC di SP3 Polisi, Ada Apa?

Kakek Ng Je Ngay (kiri), menyurati Kapolda Metro Jaya,  Fadil Imran, meminta perlindungan hukum karena jadi korban mafia tanah.
Kakek Ng Je Ngay (kiri), menyurati Kapolda Metro Jaya, Fadil Imran, meminta perlindungan hukum karena jadi korban mafia tanah.
Sumber :
  • VIVA/Foe Peace Simbolon

VIVA – Pihak tukang AC berusia 70 tahun yang jadi korban mafia tanah, Nge Je Ngay, menyebut Polres Metro Jakarta Barat mengeluarkan Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3) terkait kasus kasus mafia tanah yang menimpanya tersebut.

Pengacara korban, Aldo Joe menyebut hal itu tertuang dalam surat nomor S.Tap/06/I/HUK.6.6./2022 Res JB. Dalam surat tersebut dijelaskan kalau penyidikan kasus dengan tersangka Anton Gunawan tersebut dihentikan. 

Adapun alasannya disebut karena tak cukup alat bukti. Dan usai penghentian kasus tersebut, Aldo menyesalkan keputusan penyidik, apalagi kalau alasannya kurang alat bukti.

Baca juga: Polisi Tangkap 3 Orang Penusuk TNI hingga Tewas di Penjaringan

“Untuk menjadi tersangka diperlukan dua alat bukti yang cukup. Sempat ditahan kok bisa menjadi kurang alat bukti alasannya. Ini menjadi tanda tanya besar, apakah alat bukti tersebut hilang, tercecer, dicuri, atau apa?," ujar dia di Markas Polda Metro Jaya, Senin 17 Januari 2022.

Menurutnya, dalam berkas perkara alat bukti yang dilampirkan sudah lengkap sesuai yang diatur pada Pasal 184 KUHAP. Bukti yang dilampirkan meliputi keterangan 20 saksi, 2 saksi ahli. 

Kemudian, ada dokumen-dokumen seperti KTP, KK, NPWP, Buku Tabungan palsu, laboratorium forensik terkait tanda-tangan palsu. Sehingga, Aldo menduga ada intervensi dalam kasus ini dan pengusutan kasus dihentikan penyidik.