DKI Jakarta

SBY-JK Kehilangan Satu Putaran Kampanye

VIVAnews - Partai Demokrat dan Golkar kehilangan satu putaran kampanye di Jakarta. Dua partai besar itu melanggar aturan pemasangan atribut partai politik.

"Partai yang bersangkutan tak boleh kampanye selama satu putaran atau satu minggu," kata Ketua Pokja Kampanye KPUD DKI Jakarta, Dahlia Umar, kepada wartawan di Balai Kota, Senin 16 Februari 2009.

Kedua partai itu mendapat teguran tertulis setelah setelah keduanya tak menghiraukan teguran lisan yang disampaikan KPUD. Sesuai SK KPU No 9 tahun 2008, teguran tertulis termasuk dalam mekanisme larangan tertinggi. Artinya, partai yang mendapat teguran tertulis terkait atribut mendapat sanksi kehilangan masa kampanye satu putaran.

Sejauh ini, KPUD DKI telah mengirim tujuh surat teguran terhadap tiga partai. Partai Demokrat, Golkar, dan Gerindra. Ketiga partai itu banyak memasang atributnya di sepanjang jalan protokol seperti Jalan Gatot Subroto dan kawasan Semanggi.

KPUD menawarkan solusi kepada tiga partai itu untuk mengganti materi iklan untuk baliho dan billboard. Iklan harus diubah menjadi bukan iklan pemilu, meski sosok yang ditampilkan ketua parpol. "Kami beri batas waktu sampai hari ini untuk mengubahnya."

Jika peringatan ini tak digubris juga, KPUD siap memberi sanksi lebih berat. KPUD akan memberi sanksi kampanye di luar jadual bagi partai terkait.

KSAL Muhammad Ali Kunjungi Industri Pertahanan Strategis China, Ada Apa?
Pengadilan Tipikor PN Jakpus melanjutkan sidang kasus Korupsi di Kementan

Anak Buah SYL Dapat Perintah Siapkan Uang 4.000 Dolar Hasil Palak Pejabat Kementan, Untuk Apa?

Eks Koordinator Subtansi Rumah Tangga Arief Sopian menjadi salah satu saksi kasus pemerasan dan gratifikasi yang menjerat eks Mentan Syahrul Yasin Limpo (SYL).

img_title
VIVA.co.id
29 April 2024