Ahok Ingin Proyek MRT Dibiayai Lewat Pasar Modal

Jokowi tinjau proyek bawah tanah MRT
Sumber :
  • VIVA.co.id/Anhar Rizki Affandi
VIVA.co.id
Syarat Jakarta Bangun Transportasi Publik
- Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama menyatakan keinginannya untuk membuat proyek-proyek pembangunan infrastruktur publik di Jakarta, seperti kereta angkutan massal cepat (Mass Rapid Transit/MRT) dibiayai secara publik lewat mekanisme kepemilikan saham Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang menangani pelaksanaan pembangunan.

Ahok, sapaan akrab Basuki, mengatakan hal itu akan menjamin keberlangsungan proyek tanpa terpengaruh aspek politik di pemerintahan.

Bersinggungan dengan MRT, Ahok Perpendek Rute LRT

"Bagi saya, bila hal seperti itu diberlakukan di Jakarta, akan membuat pelaksanaan proyek jadi lebih profesional. Siapapun gubernurnya, proyek akan tetap terlaksana," ujar Ahok di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta Selatan, Senin, 4 Januari 2015.

Ahok mengatakan, untuk mewujudkan hal itu, ia akan mengundang jajaran direksi PT. BEI untuk melihat kemungkinan PT. MRT Jakarta melakukan penawaran perdana saham (Initial Public Offering/IPO).

Ahok Anggap Jokowi Berperan Benahi Transportasi Jakarta

Ahok menargetkan PT. MRT segera menjadi perusahaan terbuka pada tahun 2017 atau 2018, tepat ketika perusahaan itu menyelesaikan tahap pertama pembangunan MRT jalur selatan - utara (Lebak Bulus - Bundaran HI), dan memulai proyek besar tahap kedua pembangunan MRT jalur selatan - utara (Bundaran HI - Kampung Bandan), dan jalur barat - timur.

"Jadi kita ingin sekali, pembangunan di Jakarta itu melibatkan uang masyarakat. Dan salah satu mekanisme penyimpanan uang jangka panjang itu ya lewat bursa saham," ujar Ahok.

Ahok mengunjungi BEI hari ini untuk bersama-sama Presiden Joko Widodo meresmikan pembukaan perdagangan saham pertama BEI di tahun 2016. Selain Jokowi dan Ahok, peresmian dilakukan bersama Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution, Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Muliaman Darmansyah Hadad, dan jajaran direksi PT. Bursa Efek Indonesia.

Mengenal

Pembangunan Mendesak, DKI Alihkan Anggaran untuk MRT

Membebaskan 105 bidang lahan.

img_title
VIVA.co.id
2 Agustus 2016