Ribuan Polisi, TNI, dan Satpol PP Kepung Kalijodo

Aparat gabungan TNI-Polri melakukan operasi penyakit masyarakat di Kalijodo
Sumber :
  • VIVA.co.id/Foe Peace

VIVA.co.id - Tim gabungan Polri, TNI, dan Satpol PP, sebanyak 6.500 personel pagi ini, Sabtu, 20 Februari 2016, menyisir lokasi prostitusi di wilayah Kalijodo untuk mensterilkan lokasi dari preman kampung dan perjudian.

Kasatpol PP DKI Jakarta, Kukuh Hadi Santoso, menegaskan pagi ini hanya dilakukan operasi penyakit masyarakat, sementara penertiban Kalijodo akan dilakukan pada 29 Februari 2016 mendatang.  
 
"Hari ini acaranya Pak polisi, operasi pekat (penyakit masyarakat). Satpol PP membantu mengatur lalu lintas dan sebagainya. Sekali lagi, hari ini belum ada penertiban. Hari ini operasi pekat, Satpol PP hanya membantu," kata Kukuh, dikutip saat wawancaranya dengan tvOne.
 
Dia menjelaskan, Satpol PP juga siap membantu warga Kalijodo yang akan pindah ke rumah susun. 
 
"Tadi ada banyak pertanyaan dari masyarakat, bagaimana sekolahnya, bagaimana KTP-nya. Jangan takut, semua tim turun, bagaimana ujian anak sekolah, semua diurus," tegasnya.
Kasus Prostitusi, Daeng Azis 'Digilir' Polisi
 
Dia memaparkan, kawasan Kalijodo merupakan aset pemerintah daerah yang akan diambil alih. "Di tempat ini akan kami bangun ruang terbuka hijau. Proses penggusuran dilakukan 29 Februari 2016," katanya. (ase)
Usai Pembongkaran, Aparat Siaga di Kalijodo
Kapolri Jenderal Tito Karnavian (kanan) dan Panglima TNI

Penggusuran Kalijodo Ternyata Ide Jenderal Tito

Ide tercetus kala dirinya menjabat sebagai Kapolda Metro Jaya.

img_title
VIVA.co.id
4 Agustus 2016