Pemilik Warkop Esek-esek Penganut Gaya Hidup Bebas

Torik Sulistyo, penjaja seks remaja di Jagakarsa
Sumber :
  • Irwandi Arsyad - VIVA.co.id

VIVA.co.id - Kepala Kepolisian Sektor Jagakarsa, Komisaris Sri Bhayakari, mengatakan, Torik Sulistyo mengaku sebagai penganut gaya hidup bebas. Sehingga, dalam kasus ini, Torik berperan sebagai perantara transaksi antara para anak baru gede (ABG) perempuan dengan pria hidung belang yang ingin melakukan hubungan intim.

Sementara para ABG yang kerap datang ke warung kopi bukanlah atas paksaan Torik. Pasalnya, mereka melakukannya dengan sadar dan merupakan bagian dari gaya hidup remaja masa kini.

Kisah Seru Perburuan PSK di Taman Melati

Ia juga mengatakan, dari hasil pemeriksaan sementara, apa yang dilakukan Torik bisa dikatakan bukan sebagai perdagangan orang.

"Hasil pemeriksaan sementara tidak ada perdagangan manusia. Karena mereka (korban ABG) yang mau sendiri. Torik hanya menawarkan mau uang atau tidak. Kalau mau maka Torik mencarikannya (pria hidung belang). Mereka menganggap ini biasa dan memang sudah gaya hidup," kata Sri, saat ditemui di Mapolsek Jagakarsa, Jakarta, Senin, 14 Maret 2016.

Hal ini juga diperkuat bukti dari beberapa keterangan para korban yang didapat saat proses pemeriksaan. Di mana banyak yang mengaku kalau mereka semua tidaklah dipaksa oleh Torik untuk menjual diri di tempatnya.

"Dari sekian banyak korban banyak yang mengaku tidak dipaksa," katanya. Selain itu, Sri melanjutkan, Torik juga dikatakan bukanlah seorang phedofilia.

Jika saja merujuk pada arti paedofilia, maka Torik tidak memenuhi kriteria tersebut. "Dia (Torik) bukan seorang paedofil. Dia juga mengaku kalau dahulu memiliki istri," ungkapnya.

Akibat perbuatannya ini Torik dikenakan Pasal 76 i Jo. Pasal 88 UU No.35 tahun 2014 tentang perlindungan anak dengan ancaman hukuman maksimal 10 tahun penjara.

Calon Pelanggan Masih Datangi Warung Esek-esek Torik
Belasan PSK yang dijaring Satpol PP di Jatinegara, Jakarta Timur.

Belasan PSK Diamankan di Kawasan Jatinegara

Razia gabungan digelar setiap bulan di kawasan tersebut.

img_title
VIVA.co.id
30 Juli 2016