Kasus Bidara Cina, Yusril: Ahok Melawan Rakyatnya Sendiri

Yusril Ihza Mahendra
Yusril Ihza Mahendra
Sumber :
  • Irwandi Arsyad - VIVA.co.id

VIVA.co.id – Bakal calon Gubernur DKI Jakarta, Yusril Ihza Mahendra, mengomentari pernyataan Gubernur DKI Jakarta, Basuki T Purnama (Ahok) yang mengatakan pengerjaan proyek di Bidaracina, Jakarta Timur tidak akan dibatalkan meski sedang digugat.

Menurutnya, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta tidak bisa meneruskan proyek tersebut, lantaran putusan sela yang ada sekarang.

"Enggak bisa, kan ada perintah pengadilan, kan ada putusan sela yang mengatakan putusan ditunda sampai memiliki kekuatan hukum tetap, dan pada tingkat pertama Pak Ahok sudah," kata Yusril di Masjid Al-Munawarah, Jalan Kampung Bali 1 No. 53, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Jumat, 29 April 2016.

Bila Ahok tak puas atas putusan Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Jakarta, yang memenangkan gugatan para warga Bidara Cina terhadap Surat Keputusan (SK) yang ia keluarkan, maka Yusril mempersilakan Ahok apabila mau mengajukan kasasi. 

"Kalau-kalau Pak Ahok mau kasasi dan banding silakan saja, kalau mau banding silakan saja, kami ladenin saja, yakin saya pasti kalah lagi. Kalau kalah lagi masih maksa, artinya Pak Ahok melawan rakyatnya sendiri. Jadi penguasa kok melawan rakyat, itu kan sewenang-wenang," tuturnya.

Apabila memang Pemprov DKI ingin meneruskan proyek tersebut, maka Yusril menyarankan agar Pemprov DKI memberikan ganti-rugi dan negosiasi. Bukan malah mengusir warga di sana, dan menyuruh mereka pindah ke rumah susun (rusun).

"Tiga bulan gratis kemudian bayar (kalau di rusun). Tanah itu (Bidaracina) punya mereka, kalau mau diambil ya Pak Ahok harus bayar. Negosiasi dengan rakyat, bayar satu miliar, ya harus bayar," kata dia.