Polisi Uji Coba Dua Arah Lalu Lintas di Jalan Proklamasi

Polisi uji coba arus lalu lintas dua arah di kawasan Proklamasi dan Cilacap
Sumber :
  • VIVA.co.id/ Foe Peace Simbolon

VIVA.co.id – Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Metro Jaya bersama dengan Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Metro Jakarta Pusat memberlakukan uji coba rekayasa lalu lintas dua arah, di Jalan Proklamasi dan Jalan Cilacap, Menteng, Jakarta Pusat. 

3 In 1 Dihapus, Arus Kendaraan di Kawasan Bundaran HI Padat

Hal itu dilakukan lantaran banyak pengemudi kendaraan, baik roda dua dan roda empat, kerap melawan arus di kawasan tersebut. Padahal, kawasan itu merupakan jalur satu arah. Uji coba itu dilakukan muai Senin, 23 Mei 2016 hingga Sabtu, 28 Mei 2016 mendatang.

"Jam rekayasa dimulai pukul 13.00 WIB sampai dengan 22.00 WIB," ujar Kepala Unit Lalu Lintas (Kanit Lantas) Polsek Metro Menteng, Komisaris Polisi Erwin Aras Genda kepada VIVA.co.id, Senin, 23 Mei 2016.

1 Mei, Motor Dilarang Melintasi Sudirman

Menurut Erwin, uji coba rekayasa dua arah di kawasan Jalan Cilacap, dimulai dari Jalan Teuku Cik Ditiro yang bisa langsung belok kanan ke Jalan Cilacap, lalu ke Jalan Semarang. Kemudian ke Jalan Pasuruan dan Jalan Bandung. 

Adapun untuk rekayasa lalu lintas dua arah di Jalan Proklamasi, dimulai dari Jalan Surabaya ke Jalan KI Mangunsarkoro. Kemudian ke Jalan Penataran, lalu ke Jalan Proklamasi arah Pramuka.

UN Hari Pertama, Jalanan Jakarta Tak Macet Parah

Rekayasa lalu lintas itu dilakukan karena tingginya pelanggaran lawan arus setiap hari. Berdasarkan hasil survei selama satu jam pada pukul 17.00 WIB-18.00 WIB di kawasan Proklamasi, jumlah pelanggar lalu lintas dari roda dua sebanyak 2.267, roda empat 128 dan roda enam dua.

Lebih lanjut, dia mengemukakan, para pengendara melawan arus di kawasan Proklamasi karena kemacetan di Jalan Diponegoro ke arah Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM). Di lokasi itu terjadi penyempitan jalan lantaran pembangunan trotoar depan RSCM, sehingga mengurangi volume kapasitas jalan.

Akibatnya, terjadi kemacetan panjang pada menjelang sore hari. Imbas kemacetan mengekor sampai perempatan Teuku Cik Ditiro.

"Dengan dilaksanakan rekayasa tersebut akan bisa mengurangi kepadatan kendaraan dari Jalan Diponegoro menuju RSCM," kata Erwin.

Sementara itu, salah satu pengendara motor Ruslan (33), berharap arus lalu lintas dua arah bisa diterapkan di kawasan Proklamasi, bukan hanya uji coba. Apabila ditetapkan sebagai kawasan dua arah, dia mengaku nantinya tidak perlu was-was lagi lawan arus di sana karena takut ditilang dan kecelakaan.

"Saya selalu was-was kalau lewat sini. Tapi kalau enggak lewat sini tuh macet banget depan RSCM kalau saya pulang kerja dari arah Taman Ismail Marzuki (TIM)," ujar Ruslan. (ase)

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya