Sudah Dua Pria Tewas Lompat di Gedung ITC Depok

Pria misterius tewas usai jatuh dari tangga ITC Depok. (Dokumen VIVA.co.id)
Sumber :
  • VIVA.co.id/Zahrul Darmawan

VIVA.co.id – Lagi-lagi, Gedung ITC Depok, Jawa Barat menjadi lokasi bagi pelaku bunuh diri untuk mengakhiri hidupnya. Tercatat, sejak dua tahun terakhir, sudah dua pria yang tewas dengan cara melompat dari atas bangunan pusat perbelanjaan itu.

Jurus Pusat Perbelanjaan Hadapi Serbuan Bisnis Online

Kasus bunuh diri dengan cara melompat terjadi kemarin, Kamis, 25 Agustus 2016. Pelaku aksi nekat itu seorang pria berusia 54 tahun bernama Tan Hok Tjoen.

Berdasarkan hasil penyelidikan petugas kepolisian, diduga Tan Hok nekat bunuh diri setelah bertengkar dengan istrinya, Ratna Muflihah, warga Kecamatan Sawangan, Kota Depok. Tan melompat dari lantai tiga dan tewas setelah jatuh di lantai dasar.

"Katanya seperti itu, sebelumnya mereka sempat cekcok mulut. Istri korban sempat minta cerai,” kata Kepala Polsek Pancoran Mas, Kompol Tata Irawan, Jumat, 26 Agustus 206.

Belakangan diketahui, Tan sebelumnya juga sempat melakukan percobaan diri juga di rumah dengan menggunakan pisau yang ditancap-tancapkan ke perut. "Tapi nyawanya saat itu tertolong, tidak seperti kemarin," kata Tata.

Tas di ITC Depok yang Bikin Geger Diduga Milik Pemudik

Tan diketahui tewas dengan luka berat di kepala akibat membentur bagian penyangga eskalator alias tangga berjalan ITC.

"Jatuh dalam posisi kepala dulu baru badan. Korban ini tewas karena mengalami pendarahan cukup parah di kepala," kata Tata.

Foto: Mahasiswa Unas jatuh dari lantai 5 ITC Depok (Dok: VIVA.co.id)

Kasus bunuh diri sebelumnya terjadi pada Senin, 3 Maret 2014. Pelakunya adalah Mahasiswa Universitas Nasional (Unas) Jakarta, bernama Muhammad Ferdi Pradipta.

Mahasiswa berusia 22 tahun itu tewas setelah melompat dari lantai lima ITC Depok. Ferdi diduga nekat bunuh diri karena mengalami depresi.

Tanda-tanda bunuh diri mahasiswa ini diperkuat sejumlah temuan polisi pada jasad Ferdi. Selain itu, polisi juga menemukan pesan singkat di dalam telepon selulernya yang berisi permintaan maaf dan pamitan kepada kedua orangtua. Ia tewas akibat mengalami luka di bagian kepala, tangan, dan perut. (ase)

Halal Bihalal Hotel 88 Fatmawati bersama Anak Yatim Piatu.

Hotel 88 Fatmawati Adakan Acara Halal Bihalal Bersama Anak Yatim Piatu

Sekitar 40 anak yatim piatu diundang dalam acara ini.

img_title
VIVA.co.id
26 Juni 2019