Ternyata Ada Polisi yang Jadi Murid Dimas Kanjeng

Taat Pribadi, Pimpinan Padepokan Dimas Kanjeng di Probolinggo Jawa Timur. Lelaki ini mengaku dirinya bisa menggandakan uang dan kini menjadi tersangka penipuan dan pembunuhan.
Sumber :
  • VIVA.co.id/Istimewa

VIVA.co.id – Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Polri, Inspektur Jenderal Polisi Boy Rafli Amar mengakui ada dua anggota Polri yang menjadi pengikut Taat Pribadi pimpinan Padepokan Dimas Kanjeng.

img_title Kasus Dimas Kanjeng Belum Usai, Ada Uang Dolar Zimbabwe

"Info yang beredar ada dua oknum polisi ya, sedang dicari apakah pensiunan atau bukan. Anggota yang bertugas di Jember dan Probolinggo sendiri," kata Boy Rafli Amar di PTIK Jakarta Selatan, Kamis, 6 Oktober 2016.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Boy menyebutkan, anggota Polri yang menjadi pengikut Dimas Kanjeng berpangkat Ajun Komisaris Polisi (AKP). Namun, tak dijelaskan sudah berapa mereka terlibat menjadi santri padepokan itu. "Iya mencari tahu keterlibatan, informasinya latarbelakang Polri apakah dinas atau pensiun," ujarnya.

img_title Usai Vonis, 6 Perkara Lain Bakal Jerat Dimas Kanjeng

Untuk diketahui, Dimas Kanjeng ditangkap ribuan aparat gabungan Polres Probolinggo dan Polda Jawa Timur di Dusun Cengkelek, Desa Wengkal, Kecamatan Gading, Kabupaten Probolinggo, Kamis, 22 September 2016. Dia disangka mengotaki pembunuhan dua anak buahnya, Ismail Hidayat dan Abdul Gani.

Dimas Kanjeng juga ditetapkan sebagai tersangka penipuan bermodus menggandakan uang. Korbannya diperkirakan puluhan ribu orang dengan total kerugian korban sekira ratusan miliar rupiah, bahkan trilunan rupiah.

img_title Dimas Kanjeng Divonis 2 Tahun Penjara untuk Kasus Penipuan
Sidang Perdana Dimas Kanjeng Taat Pribadi

Masih Ingat Dimas Kanjeng? Dukun yang Bisa Gandakan Uang, Kini Sudah Bebas dari Penjara

Dimas Kanjeng, “dukun pengganda uang” yang sempat heboh pada 2016, kini bebas bersyarat dan kembali ke padepokan di Probolinggo untuk memimpin kegiatan keagamaan bersama.

img_title
VIVA.co.id
30 Oktober 2025
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut