Taruna Tewas Dipukuli, Kapten Arifin Siap Menginap di STIP

Ketua STIP, Kapten Arifin.
Sumber :
  • Danar Dono - VIVA.co.id

VIVA.co.id – Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran (STIP) Marunda, Kapten Arifin Soenardjo, menyanggupi permintaan Menteri Perhubungan, tentang ketua STIP yang harus menginap di asrama.

9 April Pendaftaran Sekolah Kedinasan Dibuka, Ini Syaratnya

"Itu harus. Jadi kepala sekolah (ketua STIP) harusnya wajib menginap di asrama STIP," kata Arifin, Senin, 16 Januari 2017.

Menurut Arifin, luas sekolah yang berada di Kecamatan Cilincing, Jakarta Utara itu mencapai 32 hektare. Karena itulah, pengawasan langsung dari ketua STIP harus ditingkatkan, untuk mencegah terjadi tindak kekerasan di sekolah itu.

Mengintip Kapal Latih STIP Senilai Rp54 Miliar dari APBN

Arifin mengaku siap menginap di asrama STIP untuk pengawasan. Selain itu, dia juga akan menambah jumlah petugas keamanan yang berjaga.

"Nantinya juga dari 12 petugas yang berjaga akan ditambahkan lagi. Dan infrastruktur pengawasan harus ditambah juga," kata Arifin. 

STIP Bakal Bangun Monumen untuk Taruna yang Tewas

Seperti diketahui, Menhub memerintahkan petinggi STIP untuk menginap di sekolah terkait aksi pemukulan senior terhadap junior yang berakhir pada kematian.

Pada Selasa malam, 3 Januari 2017, taruna tingkat satu tewas saat dipukuli senior-seniornya di lantai dua kamar 205, Gedung Dormitory Ring 4, STIP Marunda. (ase)
 

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi

Menhub Bicara Pentingnya Mutu SDM di Sektor Transportasi Laut

Menurut Budi Karya, Kemenhub menaruh perhatian terkait pengembangan SDM di sektor transportasi laut.

img_title
VIVA.co.id
6 Mei 2021