Eks Atlet Bulu Tangkis Ikut Damaikan Acho dan Green Pramuka

Taufik Hidayat
Sumber :
  • VIVAnews/ Muhamad Solihin

VIVA.co.id – Permasalahan hukum antara pengelola Apartemen Green Pramuka City dengan Muhadkly MT alias Acho belum juga menemui titik terang. Padahal kedua belah pihak sudah menyatakan perdamaian.

img_title Wanita Ditemukan Tewas usai Diduga Lompat dari Lantai 27 Apartemen Green Pramuka

Perdamaian antara kedua belah pihak itu berlangsung di Markas Polda Metro Jaya, pada 9 Agustus 2017. Namun, menurut Acho, sebenarnya ada cerita menarik di balik upaya perdamaian yang digelar waktu itu. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Acho menuturkan, sebenarnya ada pihak lain yang diduga membantu proses perdamaian, dia yakni, mantan atlet bulu tangkis Indonesia, Taufik Hidayat.

img_title Bujuk Rayu Sindikat Prostitusi Online di Apartemen Green Pramuka 

"Taufik Hidayat, menghubungi saya saat saya di Polda. Saya sebetulnya juga bingung," kata Acho di kawasan Mega Kuningan Jakarta, Selasa 15 Agustus 2017.

Acho mengaku, saat komunikasi terjadi dengan Taufik, dia tidak menanyakan apa kepentingan pebulutangkis itu menghubunginya. 

img_title Prostitusi Online di Green Pramuka Terkuak, Korbannya Remaja 13 Tahun

"Saya dalam posisi yang merasa momennya tidak tepat kalau tiba-tiba saya menanyakan 'Anda ngapain telepon-telepon'," ujarnya.

Dalam pembicaraan melalui sambungan telepon, Taufik mengatakan, bahwa ia sudah mendengar permasalahan antara Acho dan pengelola Green Pramuka City.

"Dia bilang saya bisa bantu kalau misalnya, ada keinginan memproses perdamaian ini. Saya bilang 'enggak apa-apa Mas, terima kasih kalau misalnya bisa difasilitasi'," kata Acho.

Menurut Acho, Taufik juga sempat menanyakan kenapa sebelumnya Acho tidak mau melakukan mediasi dengan pihak pengelola Green Pramuka City. 

Dua Syarat

Kepada Taufik, Acho mengaku bukan tidak mau menerima mediasi. Tapi, sebelum mediasi berlangsung, pihak Green Pramuka sudah menawarkan dua syarat yang harus Acho penuhi. 

"Dua syarat itu adalah justru prinsip yang paling saya pegang. Namanya konsumen itu tidak boleh dibatasi kebebasan mengkritiknya, itu kan hak konsumen. Jadi saya tidak mau kalau blog saya harus dihapus," ucap Acho.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sedangkan syarat kedua yaitu agar Acho meminta maaf secara terbuka atas pernyataan di blog pribadinya yang dianggap merugikan pihak pengelola. Namun Acho juga tidak mau memenuhi permintaan itu.

"Untuk minta maaf, menurut saya kalau mediasi itu yang dicari bukan siapa yang salah, siapa yang benar. karena itu kan tugasnya pengadilan. Sementara kita mau menyelesaikan di luar pengadilan," kata Acho.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut