Pidato di Depan DPRD, Anies Soroti Ketimpangan Jakarta

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan di Balai Kota DKI.
Sumber :
  • VIVA/Anwar Sadat

VIVA – Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno akhirnya menyampaikan visi dan misinya dalam sidang paripurna di Gedung DPRD, Rabu, 15 November 2017. 

img_title Tutup Usia, Ini Profil M Taufik yang Sukses Menangkan Jokowi-Ahok Hingga Anies-Sandi

Anies mengawali pidatonya dengan sebuah pantun. "Dari Dukuh naik Transjakarta ke Kota. Puas berwisata pulangnya ke Pinangsia. Bersama seluruh warga Ibu Kota, kita jadikan Jakarta maju dan bahagia," kata Anies. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Mulai berpidato, Anies menyoroti soal ketimpangan, di mana kemiskinan ekstrem berdampingan dengan gemerlapnya kemegahan Ibu Kota. Keterdidikan yang amat tinggi berdampingan dengan tingkat putus sekolah yang tak kalah tinggi.

img_title Petinggi PKS Sebut Peluang Anies-Sandiaga Duet di Pilpres 2024 Kecil

Tingginya gedung menjulang berdampingan dengan reyotnya gubuk rakyat. Luasnya hamparan pulau reklamasi berdampingan dengan sempitnya rumah para nelayan. "Itu hanya sekelumit ketimpangan di kota ini. Mari bersama-sama mengubah kenyataan ini," kata Anies. 

Untuk mengatasi hal itu, kata Anies, pihaknya mempunyai program-program prioritas, yaitu mendorong terciptanya lapangan kerja dan wirausaha baru, mewujudkan pendidikan tuntas berkualitas untuk semua. 

img_title Prabowo Bungkam soal Isi Perjanjian Anies-Sandiaga, Sufmi Dasco: Jangan Dijawab Pak!

Selain itu, memastikan biaya hidup yang lebih terjangkau meliputi air bersih, bahan pangan pokok, rumah rakyat, serta transportasi publik. "Prioritas ini terkesan sebagai hal-hal dasar, namun itulah kenyataannya yang dihadapi oleh rakyat," ujarnya. 

Dia menambahkan, "Suara dan kekhawatiran utama mayoritas warga Jakarta adalah mencukupi hal-hal dasar itu. Perhatian dan usaha serius pada hal-hal mendasar ini dapat mengubah hidup dan masa depan warga yang membutuhkannya."  

Menurut Anies, untuk mewujudkan prinsip kota modern di Jakarta, gubernur, wakil gubernur, dan pemerintah Ibu Kota tak akan bisa bekerja sendiri. Kerja sama dan kerja bersama dari komunitas, pakar, ulama dan semua profesi yang bekerja dan mencari nafkah di Kota Jakarta akan dibutuhkan. 

Namun yang sangat penting adalah solidnya pimpinan di Ibu Kota. Dalam konstitusi disebutkan meliputi juga lembaga wakil rakyat dan lembaga keamanan serta penegakan hukum. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Ibu Kota menjadi milik semua, termasuk dalam pengelolaannya. Semangat permusyawaratan dan perwakilan harus dihidupkan kembali untuk bergotong royong membangun kota," ujarnya. 

Berikut adalah visi dan misi Anies-Sandi yang dibacakan di hadapan anggota DPRD:

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut