OK Otrip Diuji Coba Mulai 15 Januari 2018
- VIVA.co.id/Eduward Ambarita
VIVA – Program One Karcis One Trip (OK Otrip) mengintegrasikan layanan angkutan umum di DKI Jakarta. Live uji coba program itu akan dilakukan selama tiga bulan, mulai 15 Januari 2018 hingga 15 April 2018.
"Uji coba OK Otrip dilakukan Transjakarta dengan 69 angkutan bus kecil di empat trayek, yakni Jelambar (Jakarta Barat), Warakas (Jakarta Utara), Duren Sawit (Jakarta Timur), dan Lebak Bulus (Jakarta Selatan)," kata Direktur Utama Transjakarta Budi Kaliwono, di Balai Kota, Jakarta, Kamis, 14 Desember 2017.Â
Selama live uji coba, menurutnya, penumpang hanya perlu membayar Rp 3.500 untuk satu tujuan perjalanan dari titik awal sampai ke titik tujuan. Setelah uji coba live OK Otrip selesai maka tarif disesuaikan menjadi Rp 5.000.
Dia yakin, program OK Otrip Pemprov DKI Jakarta akan mengurangi biaya transportasi yang mencapai 30 persen dari total pengeluaran masyarakat. Selain itu, bisa memindahkan pengguna kendaraan pribadi ke transportasi umum. "Alhasil jumlah pengguna transportasi umum massal meningkat," ujarnya.Â
Sebelum penerapan program live uji coba OK Otrip pada Januari 2018, kata Budi, pihaknya akan melakukan uji coba terlebih dahulu di sistem perusahaan transportasi milik Pemprov DKI Jakarta tersebut mulai 22 Desember 2017.Â
Mekanisme ini menggratiskan pelanggan Transjakarta untuk durasi selama tiga jam setelah tap pertama. Â "Ketentuan ini berlaku di 13 koridor Transjakarta," kata Budi.
Program OK-Otrip merupakan sistem transportasi terintegrasi. Dengan ini masyarakat hanya perlu membayar satu kali saja dalam perjalanan, dengan menggunakan sejumlah moda transportasi massal.