Sadis, OPM Siksa Warga hingga Tak Bisa Berbicara

TNI evakuasi warga yang disandera OPM di Papua.
Sumber :
  • Dokumen Kodam XVII Cenderawasih.

VIVA – Tentara Nasional Indonesia telah berhasil membebaskan 13 warga yang disandera kelompok bersenjata dari gerakan separatis Organisasi Papua Merdeka.

img_title Tokoh Intelektual Papua Pegunungan Minta TPNPB Setop Kekerasan: Tak Manusiawi dan Melanggar HAM

Menurut Kepala Penerangan Kodam XVII Cenderawasih, Letkol Inf Muhamad Aidi, meski harus menempuh perjalanan panjang selama dua hari dua malam, prajurit TNI berhasil menyelamatkan sandera tanpa ada korban jiwa.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Aidi menceritakan, penyanderaan itu sudah berlangsung sejak 17 April 2018. Penyanderaan terjadi di enam kampung yang ada di wilayah Aroanop, Papua.

img_title Dua Jenazah Pendulang Emas Diduga Dibunuh KKB Dievakuasi untuk Identifikasi

Selama itu, puluhan anggota OPM bersenjata standar militer terus menebar teror ke warga. Tak hanya itu, OPM juga melakukan penyiksaan terhadap sandera.

"Sandera berhasil dibebaskan dalam kondisi selamat. Hanya saja mereka mengalami trauma berat. Sebab, selama penyanderaan berlangsung, mereka disiksa pelaku bersenjata standar militer," kata Aidi kepada VIVA melalui sambungan telepon, Jumat siang, 20 April 2018.

img_title Dandim Yahukimo Ungkap KKB Elkius Kobak Bunuh Pendulang Emas di Kali Silet

Baca: TNI Berhasil Bebaskan 13 Sandera dari Tangan OPM

Warga saling berpelukan usai dibebaskan TNI dari tangan OPM.

Aidi menuturkan, 13 sandera yang berhasil dibebaskan terdiri dari 7 wanita dan 6 pria. Sejak diselamatkan hingga hari ini, tak seorang pun dari mereka yang mampu menceritakan kekejaman OPM dalam melakukan penyiksaan.

"Mereka mengalami ketakutan, yang wanita tak mampu bicara. Yang laki-laki pun cuma bisa menangis," kata Aidi.

Operasi penyelamatan yang dipimpin Komandan Brigade Infanteri 20/Ima Jaya Keramo, Kolonel Inf Frits berlangsung selama tiga hari. Sebanyak 50 pasukan TNI gabungan mulai menggelar operasi sejak 17 April 2018.

"Sampai sasaran 19 April 2018. Tim bergerak dari wilayah Okinawa ke Aroanop sejak 17 April, dini hari. Dan sampai subuh pukul 05.30 WIB," kata Aidi.

Selain berhasil membebaskan sandera, TNI juga berhasil menguasai 6 kampung yang sebelumnya dikuasai OPM.

Aidi mengatakan, operasi penyelamatan sandera masih akan berlangsung, mengingat ada 3 warga lagi yang belum dievakuasi.

"Tadi kami sudah terbangkan helikopter, tapi harus kembali karena cuaca buruk," katanya.

Penyanderaan ini merupakan kasus yang kesekian kalinya sejak OPM melalui Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) mengeluarkan ultimatum berperang melawan TNI dan Polri.

Baca: Sadis, Guru SD Diperkosa 6 Anggota OPM

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kepala Staf Operasi Komando Nasional TPNPB, G.Lekkagak Telenggen

Pernyataan ultimatum perang itu diumumkan Mayor Jenderal G.Lekkagak Telenggen, usai dilantik sebagai Kepala Staf Operasi Komando Nasional TPNPB, pada 2 Februari 2018, di Markas Kimagi, Distrik Yambi, Puncakjaya, Papua.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut