Polemik Eks Koruptor Dilarang Nyaleg, Ini Solusi Wiranto

Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, Wiranto (tengah)
Sumber :
  • ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto

VIVA – Menko Polhukam, Wiranto memberikan pandangannya terkait polemik kengototan KPU yang ingin ada aturan larangan koruptor maju sebagai calon anggota legislatif. Dia sependapat memang tak layak eks koruptor maju lagi jadi caleg. Namun, hal ini harus diatur dengan cara yang benar.

img_title Gus Miftah Bicara Soal Korupsi, Singgung Sita Aset Koruptor

"Semangatnya sama. Presiden sudah komentar. Wapres juga. Saya juga. Memang tidak selayaknya orang yang korup, punya cacat maju lagi mewakili rakyat. Dan dipilih lagi. Tapi caranya enggak boleh salah," kata Wiranto di gedung DPR, Jakarta, Kamis 7 Juni 2018.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ia menjelaskan, lantaran aturan soal larangan eks napi korupsi nyaleg karena dirumuskan dalam Peraturan KPU (PKPU). Padahal, peraturan seperti PKPU tak boleh bertentangan dengan aturan di atasnya yaitu UU.

img_title Komisioner KPU: Tahapan Pemilu 2029 Diperkirakan Dimulai Juni 2027

Wiranto memahami bila Menkumham Yasonna Laoly belum meneken PKPU tersebut.

"Misalnya, UU tidak boleh bertentangan dengan UUD. Nah, ini PKPU kalau diteken oleh Menkumham, maka Menkumham akan disalahkan. Karena menentang keputusan di atasnya," jelas Wiranto.

img_title Sahroni Senang Kejagung Sita Aset Koruptor Rp 338 M: Manfaatkan Sebesar-besarnya untuk Rakyat!

Kemudian, ia mencontohkan lagi misalnya, ada putusan Mahkamah Konstitusi yang sudah final menyebut mantan terpidana boleh maju nyaleg. Dengan PKPU ini, ia khawatir ada kesemrawutan.

"Sudah menjalani. Tiba-tiba ada PKPU. Nah ini kan jadi kesemrawutan hukum. Nah tugas Kemenkumham untuk menata hukum itu agar pasti dan jelas," kata Wiranto.

Wiranto berharap, jangan sampai ada kesemerawutan hukum yang menjadi kegaduhan di masyarakat. Ia ingin menciptakan keadaan yang membuat tentram, sebelum cuti lebaran.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Terkait persoalan ini, ia menegaskan akan menggelar rapat dengan semua pihak terkait. Ia menekankan polemik ini jangan terus berkelanjutan sehingga harus ada titik temu.

"Semua yang gaduh kita tentramkan dulu. Supaya menghadapi lebaran tentram sehingga saling memaafkan. Dikoordinasikan dulu. Beda pendapat bisa terjadi. Boleh-boleh saja. Tapi enggak boleh berkelanjutan, harus ada titik temu." (mus)

Rocky Gerung

Rocky Gerung Ingin Sapu Bersih Istana dari Para Koruptor: Orang-orang Munafik Banyak di Sana

Rocky Gerung yang merupakan pengamat politik tersohor sekaligus Anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Watimpres) ingin sapu bersih istana dari para koruptor. Ia

img_title
VIVA.co.id
18 Oktober 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut