Gunung Krakatau Meletus, di Puncak Muncul Api

Lava Gunung Anak Krakatau
Sumber :
  • REUTERS / Stringer

VIVA – Aktivitas vulkanik Gunung Krakatau di Selat Sunda, Lampung dan Banten, mengalami peningkatan.

img_title Letusan Gunung Krakatau 1883, Dampaknya Terasa hingga Berbagai Negara

Berdasarkan laporan kebencanaan geologi Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi, di situs resmi PVMBG, Kamis, 9 Agustus 2018, dari data seismograf pada 8 Agustus 2018, telah terjadi 248 kali gempa letusan, 43 kali gempa vulkanik dangkal, 3 kali gempa vulkanik dalam.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Selain itu juga terekam terjadi 65 kali gempa embusan, 11 gempa tremor non harminik, 4 kali gempa tremor harmonik serta tremor menerus dengan amplitudo maksimum 1 sampai 15 mili meter.

img_title 5 Letusan Gunung Berapi Terbesar Dalam Sejarah Dunia, No 5 Azab Kaum Homoseksual

Sementara itu, aktivitas Gunung Krakatau tak dapat terpantau secara visual, sebab perairan Selat Sunda ditutupi kabut tebal. Hanya saja pada malam hari teramati adanya sinar api di atas puncak.

Meski aktivitas vulkanik meningkat, PVMBG masih menetapkan status waspada atau level II. Namun, terkait aktivitas ini, PVMBG merekomendasikan agar masyarakat dan wisatawan tidak mendekati kawah Gunung Krakatau dalam radius 2 kilometer dari kawah.

img_title Kisah Bencana Dekat Jakarta Bikin Dunia Gelap 2 Hari

PVMBG menyebutkan, peningkatan aktivitas vulkanik Gunung Krakatau terpantau terjadi sejak 18 Juni 2018. (ase)

Baca: Gunung Krakatau Meletus, Suara Dentuman Terdengar Sampai Lampung

Debu abu vulkanik di mobil

Jangan Disepelekan, Abu Anak Krakatau Bisa Bikin 5 Bagian Mobil Bermasalah

Abu vulkanik Gunung Anak Krakatau mulai mencapai sebagian Jakarta. Pemilik mobil perlu waspada karena abu bisa merusak kaca, bodi, filter udara, AC, hingga sistem rem.

img_title
VIVA.co.id
6 September 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut