Logo timesindonesia

Polres Jember Tempatkan Puluhan Personel Bersenjata di Gudang Logistik

Kapolres Jember AKBP Kusworo Wibowo memberikan pengarahan kepada personel Polri yang berjaga di gudang logistik PPK Kaliwates, Sabtu (20/4/2019). (FOTO: Dody Bayu Prasetyo/TIMES Indonesia)
Kapolres Jember AKBP Kusworo Wibowo memberikan pengarahan kepada personel Polri yang berjaga di gudang logistik PPK Kaliwates, Sabtu (20/4/2019). (FOTO: Dody Bayu Prasetyo/TIMES Indonesia)
Sumber :
  • timesindonesia

Polres Jember menjamin seluruh gudang logistik Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) yang ada di Jember, Jawa Timur terjaga 24 jam. Semua gudang logistik PPK akan dijaga oleh personel pilihan dari Polri dan TNI selama masa rekapitulasi suara Pemilu 2019 oleh PPK.

"Semua dipersenjatai, khususnya senjata api dan semua terlatih," tegas Kapolres Jember AKBP Kusworo Wibowo saat meninjau gudang logistik PPK Kaliwates di Jalan Lumba-Lumba, Kaliwates, Jember, Sabtu (20/4/2019).

Kusworo menjelaskan, penempatan personel bersenjata dan terlatih tersebut bukan tanpa alasan. Mereka ditugaskan untuk menjaga kotak suara beserta surat suara dari pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab yang ingin mengganggu jalannya rekapitulasi suara di tingkat PPK.

"Kami tempatkan 20 - 30 personel dari Polri dan tambahan dari personel TNI sebanyak 5 - 10 personel. Kami jamin 24 jam seluruh gudang logistik PPK terjaga," jaminnya.

Selain itu, dia meyakini dengan adanya personel bersenjata lengkap akan efektif meredam niat pihak-pihak yang ingin mengganggu proses rekapitulasi suara di tingkat PPK.

"Biar mereka mikir berkali-kali kalau ingin beraksi. Siapapun yang ingin mengganggu jalannya proses demokrasi di Indonesia akan kami tindak tegas," ucapnya.

Sementara itu, disinggung soal antisipasi adanya pesonel yang kelelahan saat sedang bertugas menjaga gudang logistik PPK, Kusworo menerangkan bahwa pihaknya telah melakukan langkah antisipasi.

Seperti melakukan seleksi ketat kepada setiap personelnya yang akan ditugaskan menjaga gudang PPK selama 24 jam.

"Mereka harus prima, tidak sedang sakit, dan kami sudah mengatur jam tugas dan jam istirahatnya. Ada yang per 12 jam, ada yang 8 jam. Mereka sudah tahu jadwal tugas dan istirahatnya," ungkapnya. 

Kusworo juga menambahkan, berdasarkan pantauan Polres Jember hingga hari ini kondisi Kabupaten Jember pasca-pemungutan suara Pemilu 2019 pada 17 April 2019 kemarin, relatif kondusif dan aman. "Kemarin malam kami kumpulkan tokoh partai politik, tokoh agama, dan tokoh masyarakat. Semua sepakat untuk menunggu hasil resmi dari KPU. Dan siapapu nanti yang menang tidak melakukan euforia yang berlebihan," imbuh Kusworo. (*)