COVID-19, Pemerintah Pusat: Lockdown Bukan Pilihan Saat Ini

Jubir Penanggulangan Corona, Achmad Yurianto
Sumber :
  • ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak

VIVA – Direktur Jenderal World Health Organization (WHO), Dr. Tedros Adhanom Ghebreyesus, menyurati Presiden Republik Indonesia Joko Widodo terkait situasi penanganan virus corona COVID-19 di Indonesia, 10 Maret lalu. Salah satu poin surat, WHO meminta agar Presiden Joko Widodo untuk mengumunkan darurat nasional terkait virus corona di Indonesia. 

img_title Bertarung Pulihkan Pandemi, Jalan Terjal Pemerintah Indonesia Bangkit dari Belenggu COVID-19

Terkait dengan permintaan WHO tersebut, Juru Bicara Pemerintah dalam Penanganan Virus Corona Achmad Yurianto, angkat bicara. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Bukan darurat ini sudah bencana nasional," kata Yuri di Gedung BNPB, Jakarta Timur, Sabtu, 14 Maret 2020. 

img_title COVID-19 di Jakarta Naik Lagi, Total Ada 365 Kasus

Terkait dengan opsi untuk mengunci sebuah wilayah (lockdown) untuk mencegah penyebaran virus corona, seperti yang sudah dilakukan beberapa negara, Yuri menyebut bahwa lockdown bukan menjadi pilihan saat ini. 

"Lockdown bukan pilihan saat ini," serunya.

img_title Kasus COVID-19 di DKI Jakarta Naik Sejak November 2023

Di sisi lain, Yuri menjelaskan, saat ini pemerintah melakukan strategi pendekatan komunitas, untuk mencegah penyebaran virus yang semakin meluas. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Kita tidak lagi bicara kepada orang yang sakit, tapi ke orang sehat jangan sampai sakit oleh karena itu percepatan penanganan COVID- 19 adalah menjaga sehat jangan sampai sakit," jelas Yuri. 

Yuri melanjutkan, "Strategi harus diawali dengan memutus penularan, penyakit ini menular dari orang yang positif, maka harus dilakukan kegiatan masif dengan menggerakkan semua komponen tanpa panik untuk mencari, menemukan, dan mengisolasi kasus positif," kata dia.

SMA Negeri 8 Kota Tangerang Selatan

SMP Negeri 8 Tangsel Lockdown Buntut Merebaknya Kasus Cacar Air dan Gondongan

Dinas Pendidikan Tangsel terpaksa melakukan lockdown di SMP Negeri 8 Kota Tangerang Selatan, setelah adanya 23 kasus cacar air dan gondongan

img_title
VIVA.co.id
23 Oktober 2024
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut