- Dr. Daryono.
Dengan mewujudkan semua langkah mitigasi tersebut, maka kita dapat menekan risiko bencana sekecil mungkin, sehingga kita akan tetap dapat hidup dengan aman dan nyaman di daerah rawan gempa dan tsunami.
Peristiwa gempa bumi dan tsunami adalah keniscayaan di wilayah Indonesia, yang penting dan harus dibangun adalah mitigasinya, kesiapsiagaannya, kapasitas stakeholder dan masyarakatnya, maupun infrastruktur untuk menghadapi gempabumi dan tsunami yang mungkin terjadi.
Pada kenyataannya, informasi potensi gempa megathrust malah memicu salah pengertian (misleading). Masyarakat ternyata justru lebih tertarik untuk membahas potensi kekuatan gempa besarnya daripada pesan penting mitigasinya.
Informasi potensi gempa megathrust akhirnya terus bergulir menjadi berita meresahkan. Berita bohong atau hoax ikut berkembang, seolah dalam waktu dekat akan terjadi gempa dahsyat di zona megathrust dan memicu tsunami.
Sering gaduhnya mengenai gempa megathrust menjadikan para ahli memiliki tanda tanya besar. Apakah masyarakat kita sudah benar dalam memaknai arti gempa megathrust?
Ternyata, masyarakat kita masih banyak yang belum tepat dalam memaknai megathrust dengan benar. Megathrust seolah seperti sesuatu yang baru, seolah akan terjadi gempa kuat dalam waktu dekat, berkekuatan sangat besar, dan menimbulkan kerusakan dahsyat. Pemahaman semacam ini tentu saja kurang tepat dan harus diluruskan.
Zona megathrust sebenarnya sekadar istilah untuk menyebutkan sumber gempa di zona tumbukan lempeng. Dalam hal ini, lempeng samudra yang menunjam ke bawah lempeng benua yang dapat memicu terjadinya gempa kuat.
Jika terjadi gempa, maka bagian lempeng benua yang berada di atas lempeng samudra akan terdorong dan bergerak naik (thrusting). Jalur subduksi lempeng umumnya sangat panjang dengan kedalaman yang mencakup seluruh bidang kontak antar lempeng. Tidak salah jika zona subduksi lempeng ini diasumsikan sebagai sebuah “patahan naik yang besar”, yang populer disebut sebagai zona megathrust.
Zona sumber gempa megathrust sebenarnya sudah ada sejak jutaan tahun lalu saat terbentuknya rangkaian busur kepulauan Nusantara. Zona megathrust terdapat di beberapa zona subduksi aktif, seperti: (1) zona subduksi Sunda yang mencakup barat Sumatera, selatan Pulau Jawa, Bali, Lombok, Sumba, dan Flores, (2) zona subduksi Banda dan Seram, (3) zona subduksi Lempeng Laut Maluku, (4) zona subduksi Utara Sulawesi, dan (5) zona subduksi Utara Papua.