Oleh Dr. DARYONO

Mencemaskan Gempa Megathrust

Kepala Bidang Mitigasi Gempabumi dan Tsunami BMKG, Dr. Daryono.
Sumber :
  • Dr. Daryono.

Beberapa gempa yang berpusat di darat seperti gempa Yogyakarta 2006, gempa Pidie Jaya 2016, gempa Lombok dan gempa Palu 2018, terbukti menimbulkan kerusakan yang hebat. Gempa tersebut menelan banyak korban jiwa dan menimbulkan kerugian sangat besar.
Gempa tersebut dipicu oleh sumber gempa sesar aktif, bukan dari sumber gempa megathrust. Untuk itu marilah kita bersikap adil dalam menilai sumber gempa, bahwa ancaman sumber gempa sesar aktif ternyata tidak kalah jika dibandingkan dengan sumber gempa megathrust.

img_title Jakarta Diguncang Gempa M6,5 Pagi Ini, BMKG Ungkap Penyebabnya

Masih timbulnya salah pengertian mengenai sumber gempa megathrust di masyarakat merupakan bukti bahwa masih ada kesenjangan dalam komunikasi sains. Para ahli tampaknya masih memiliki setumpuk pekerjaan rumah dalam membangun literasi mitigasi bencana gempa bumi dan tsunami di masyarakat.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Memahami Kateristik Gempa Pandahuluan

img_title Kota-kota Besar di Indonesia yang Berpotensi Diguyur Hujan Hari Ini

Hasil monitoring BMKG menunjuk bahwa awal Agustus 2019, telah terjadi rentetan aktivitas gempa bumi di Busur Subduksi Sunda. Aktivitas gempa signifikan ini tersebar dari Segmen Megathrust Mentawai-Siberut hingga Segmen Megathrust Sumba.

Diawali dengan peristiwa gempa kuat dan merusak di Banten berkekuatan magnitudo 6,9 pada 2 Agustus 2019 lalu. Hari ini saja (Senin 12 Agustus 2019) sudah dua kali wilayah selatan Bali dan Banyuwangi diguncang gempa berkekuatan magnitudo 4,9. Sejak awal Agustus 2019, tercatat di Busur Subduksi Sunda sudah lebih dari delapan kali gempa sigifikan.

img_title Daerah di Indonesia yang Bakal Diguyur Hujan Disertai Petir Hari Ini, BMKG Minta Untuk Waspada

1. Pada 2 Agustus 2019, gempa selatan Banten M 6,9.

2. Pada 3 Agustus 2019, gempa Sukabumi M 4,4.

3. Pada 9 Agustus 2019, gempa Sumba M 4,3.

4. Pada 10 Agustus 2019, gempa Tasikmalaya dan Pangandaran M 4,0.

5. Pada 10 Agustus 2019, gempa Tasikmalaya dan Pangandaran M 5,1.

6. Pada 11 Agustus 2019, gempa selatan selat Sunda M 5,2.

7. Pada 11 Agustus 2019, gempa selatan Sunda M 5,1.

8. Pada 12 Agustus 2019, gempa selatan Bali dan Banyuwangi M 4,9.

Rentetan gempa ini sangat menarik dicermati. Seluruh gempa berpusat di Zona Subduksi. Memang ada variasi kedalam hiposenternya, dalam hal ini ada pusat gempa yang sangat dangkal bersumber di zona subduksi muka (front subductioan) tetapi ada juga yang berada di kedalaman menengah di zona transisi antara zona Megathrust dan Benioff.

Peta sebaran gempabumi, gempa bumi Jembrana 12 Agustus 2019.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Peta sebaran gempa bumi Jembrana pada 12 Agustus 2019

Fenomena rentetan gempa yang terus terjadi ini memancing perhatian masyarakat dan media, mengenai fenomena apakah ini, mengapa aktivitas gempa di zona subduksi akhir-akhir ini sangat aktif. Sebagian masyarakat malah kritis dengan menanyakan apakah rententan gempa ini merupakan merupakan aktivitas gempa pendahuluan (foreshocks). Tentu saja sangat sulit untuk menjawab pertanyaan semacam ini.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut