Eks Dirut Bulog Tantang Budi Waseso Buktikan soal Pemalsuan Beras

Direktur Utama Perum Bulog, Budi Waseso.
Sumber :
  • ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto

VIVA – Mantan Direktur Utama Bulog, Sutarto Alimoeso menantang Budi Waseseo untuk membuktikan ucapannya yang merasa Bulog difitnah.

Semester I-2020 Bulog Belanja Beras Petani 700 Ribu Ton

"Kalau saya secara pribadi, buktikan saja kalau ada masalah, ya tinggal dibuktikan yang mana," kata Sutarto kepada wartawan Jumat, 4 Oktober 2019.

Sutarto mengatakan, jika merasa difitnah soal kualitas beras jelek, Buwas lebih baik lapor ke penegak hukum agar tak jadi polemik.  

Bulog Mental dari Daftar 12 BUMN Penerima Dana Dukungan Pemerintah

"Ya, kalau ada yang memfitnah, saya kira beliau tahu persis mestinya diproses hukum saja. Kalau ada yg bermain-main, ya diproses hukum saja. Sehingga tidak jadi polemik," ucap dia.

Menyoal Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), Sutarto menjelaskan, penyaluran program ini sebenarnya sudah lama dibicarakan. Bahkan, saat dia menjabat, sudah pernah menyarankan seharusnya sejak Januari sudah menyalurkan beras Bulog.

Punya Stok Beras 1,4 Juta Ton, Bulog Terus Serap Beras dari Petani

"Saran kita dulu begitu dan saran ini sudah kita sampaikan kepada bapak presiden secara langsung," katanya.

Menurut Sutarto, jika ini dibahas sejak Januari, pasti tidak akan terjadi persoalan dengan kualitas beras seperti yang dikeluhkan Buwas saat ini. 

"Kalau Januari sampai sekarang, kan sudah delapan bulan. Coba kalau sudah dimulai sejak Januari lalu, artinya sebagian besar berasnya sudah keluar kemudian bisa membeli beras yang baru," kata dia.

Menurutnya, mengembalikan BPNT ke Bulog itu terlambat. Bulog diminta ditugasi untuk menjaga stabilitas harga. Lalu, stabilitas harga ada huhungannya, Bulog harus membeli di petani.  

Sebelumnya, Buwas mengatakan, telah menyiapkan 700 ribu ton beras hingga akhir tahun untuk disalurkan melalui program BPNT. Namun, Buwas pesimistis target itu dapat terpenuhi karena hingga September baru terealisasi 30 ribu ton. 

Buwas berdalih, Bulog difitnah dengan modus pemalsuan, sehingga seakan akan beras yang dikeluarkan pihaknya jelek dan membuat masyarakat tidak tertarik. (asp)

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya