Rusuh di Lapas Manado, Terdengar Suara Tembakan
Faktor lain jadi pemicu adalah proses asimilasi yang membebaskan warga binaan karena Covid-19 sebanyak 113 orang. Yang tidak bebas diinformasikan kecewa sehingga mulai melempar batu ke petugas jaga. Juga ditengarai para Napi berontak karena masalah jatah makanan.
Indikasi-indikasi tersebut faktanya masih akan diselidiki polisi. Kabid Humas Polda Sulut Kombes Pol Jules Abast mengatakan sebisa mungkin pihak kepolisian dan pengelola Lapas melacak apa alasan yang memotivasi ratusan warga binaan melakukan aksi nekat. Apakah spontan atau ada dalang pemicu, itu juga akan diselidiki. "Saat ini situasi sudah kondusif," kata Jules.
Aparat keamanan kata dia telah menguasai Lapas dan tengah dihitung berapa banyak warga binaan di dalam pasca-peristiwa ini. "Kemungkinan ada 400-an warga binaan," kata dia.
Soal korban yang jatuh baik dari warga binaan maupun aparat, sejauh ini Jules menginformasikan telah dievakuasi guna mendapatkan penanganan medis. "Dalam situasi begini korban memang tak terelakkan, tapi kondisinya masih cukup baik dan sudah dibawa berobat," ujar perwira menengah asal Sangihe ini.