Eep: Meme Hasil Survei Appi-Rahman di Pilkada Makassar Keliru
- Istimewa
"Yang penting, saya tegaskan bahwa data hasil survei yang dimuat dalam meme itu memang keliru. Sekali lagi, kekeliruan ini bukan masalah teknis melainkan masalah etika publikasi hasil survei yang sangat penting. Apalagi
meme-nya memuat foto dan nama saya serta PolMark Indonesia," ujar Eep.
PolMark Indonesia, lanjut Eep, sepanjang hampir 11 tahun berdiri berusaha menjaga etika publikasi survei dengan sangat ketat. "Haram hukumnya menyampaikan hasil survei dengan mengubah keterangan waktu, hasil-hasil survei dan semua data/informasi apapun. Hasil survei wajib dilaporkan sebagaimana adanya," tegasnya.
Sebelumnya, Pengendali tim pasangan calon Wali Kota Makassar Munafri Ariefuddin-Rahman Bando yakni Erwin Aksa mem-blacklist lembaga survei Polmark Indonesia bentukan Eep Saefulloh Fatah. Masalahnya, lantaran sebagai CEO Polmark Indonesia, Eep membuat pernyataan mengingkari dan tidak mengakui hasil surveinya sendiri.Â
"Insya Allah kita sudah melakukan pergantian pemain. Kami nyatakan bahwa Polkmark tak sesuai komitmen. Yang ngaco itu mereka. Kita heran saja," kata Erwin Aksa, Senin 14 September 2020.Â
Sebelumnya, Eep membantah sebaran hasil survei Pilwalkot Makassar tahun 2020 yang membawa bendera Lembaga Survei Polmark Indonesia.
Dalam hasil survei tersebut, ada empat bakal pasangan calon yang elektabilitasnya di-expose, yakni Munafri Arifuddi-Abdul Rahman Bando (Appi-Rahman dengan hasil survei 31,7 persen, Moh Ramdhan Pomanto-Fatmawati Rusdi (ADAMA) 26,8 persen, Syamsu Rizal-Fadli Ananda (Dilan) dan Irman Yasin Limpo-Andi Zunnun (None-Zunnun) 3,4 persen. (ren)
Â