Kapolresta Padang: Mereka Mengaku Ada yang Ajak dan Dibayar

Demonstran di Padang nyaris terbakar
Sumber :
  • VIVA/Andri Mardiansyah (Padang)

VIVA – Aksi unjuk rasa penolakan pengesahan Undang Undang Cipta Kerja di Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumatera Barat dua hari terakhir, berujung ricuh. Bentrokan massa aksi dari kalangan pelajar dan aparat kepolisian pecah.

img_title Terlibat Aksi Demo Rusuh di Jakarta, Polisi Tetapkan 43 Orang Tersangka

Perang batu dan gas air mata pun terjadi. Selain memukul mundur massa, polisi juga berhasil mengamankan sejumlah pendemo yang disinyalir adalah provokator di lapangan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kepala Kepolisian Resor Kota (Kapolresta) Padang, Sumatera Barat AKBP Imran Amir menyebutkan, aksi unjuk rasa itu terindikasi didalangi oleh aktor intelektual yang memang sengaja menginginkan kondisi demonstrasi menjadi chaos. Bahkan, berdasarkan keterangan dari pelajar yang diamankan, ada pengakuan kalau mereka mendapat bayaran Rp20-50 ribu.  

img_title OJK Buka Suara Soal Isu Penarikan Dana Besar-besaran di Bank Saat Demo Rusuh

“Sudah kami mintai keterangan. Mereka mengaku ada yang ajak dan dibayar. Mereka mengakui dibayar,” kata Imran Amir, Sabtu 10 Oktober 2020.

Baca juga: Polisi Ungkap Ada Pesan Ajak Remaja Rusuh di Demo Tolak Omnibus Law

img_title Anindya Bakrie Sebut Demo Rusuh Rugikan Pekerja, Pengusaha, hingga Iklim Investasi

Imran menjelaskan, sebanyak 84 orang yang diamankan, berasal dari daerah lain. Ada yang dari Kabupaten Padang Pariaman, Kabupaten Dharmasraya dan beberapa daerah lainnya. Mereka, memang tidak ada agendanya di Padang, mereka didatangkan ke sini untuk membuat keributan.

Para pelajar yang diamankan itu mengaku diberi makan oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab untuk melakukan kerusuhan di Kota Padang.

“Ada aktor intelektual di balik ini aksi yang dilakukan oleh pelajar di Kota Padang, karena mereka dibiayai, diberi uang dan diberikan makan. Mereka semua dibiayai, mereka semua terkoordinir hanya untuk satu tujuan, yaitu untuk chaos,” tuturnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Untuk mengetahui siapa dalang atau aktor intelektual di balik itu, kata Imran, polisi saat ini sedang melakukan pemeriksaan secara profiling terhadap puluhan massa lainnya yang telah diamankan. Dengan demikian, nanti bisa diketahui siapa orang yang membiayai mereka. 

“Sedang pemeriksaan secara profiling. Nanti, orangnya siapa (aktor), akan kami periksa sampai ke sana,” katanya.

Ilustrasi mata uang Rupiah.

Rupiah Menguat di Tengah Kekhawatiran Fitch Soal Pelemahan Peringkat Kredit RI

Di pasar spot hingga pukul 09.12 WIB rupiah ditransaksikan di level Rp 16.378 per dolar AS, menguat 54 poin atau 0,33 persen dari sebelumnya Rp 16.432 per dollar AS.

img_title
VIVA.co.id
8 September 2025
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut