Viral Napi di Lapas Medan Diduga Dianiaya dan Dimintai Uang

Kepala Ombudsman Perwakilan Sumut, Abyadi Siregar
Kepala Ombudsman Perwakilan Sumut, Abyadi Siregar
Sumber :
  • VIVA/Putra Nasution

VIVA – Pihak Lapas Klas IA Tanjung Gusta, Kota Medan melakukan pemeriksaan terhadap 16 orang saksi terkait viralnya di media sosial dugaan penganiayaan terhadap warga binaan atau narapidana (napi) berinisial S yang menjalani hukuman di Lapas tersebut.

"Sudah 16 orang dimintai keterangan. Dari pegawai ada 9 orang dan sisanya dari 7 warga binaan," kata Kepala Lapas Tanjung Gusta, Kota Medan, Erwedi Supriyatno kepada wartawan di Kantor Ombudsman Perwakilan Sumatera Utara di Kota Medan, Jumat 24 September 2021.

Erwedi menjelaskan pemeriksaan ini, sudah tahap penyelesaian akhir. Kemudian, hasil pemeriksaan tersebut akan disampaikan kepada pimpinan di Kementerian Hukum dan HAM Wilayah Sumatera Utara.

"Selanjutnya, kita sampaikan kepada pimpinan dan baru hasilnya ada. Setelah dilaporkan kepada pimpinan baru ada gambarnya (pelaku)," ungkap Erwedi.

Akibat viralnya, dugaan penganiayaan terhadap narapidana yang terjerat kasus narkoba itu. Erwedi dipanggil Ombudsman Perwakilan Sumut untuk dimintai keterangan dan klarifikasi.

Kepala Ombudsman Perwakilan Sumut, Abyadi Siregar menjelaskan pemanggilan pihak Lapas Tanjung Gusta, Kota Medan untuk meminta keterangan dan klarifikasi terkait dugaan penganiayaan terhadap wargabinaan, penggunaan handphone di dalam Lapas dan Pungutan Liar (Pungli).

"Tentu kita tidak bisa mengupas secara kongkrit ya. Karena, teman-teman di Lapas sedang melakukan pemeriksaan," sebut Abyadi kepada wartawan di Kantor Ombudsman Perwakilan Sumut di Kota Medan.

Dalam memintai keterangan dan klarifikasi, Abyadi mengungkapkan bahwa Kalapas Tanjung Gusta mengakui ada dugaan penganiyaan terhadap warga binaan yang sedang menjalani hukum atas kasus narkoba itu.

"Sudah diakui, bahwa penganiayaan itu memang terjadi dan dilakukan pemeriksaan. Ombudsman akan terus melakukan memonitor itu terus," sebut Abyadi.