Ombudsman Ungkap Modus Napi di Lapas Medan Bisa Miliki HP

Kepala Ombudsman Perwakilan Sumut, Abyadi Siregar
Sumber :
  • VIVA/Putra Nasution

VIVA – Pasca viralnya kasus dugaan penganiayaan di media sosial terhadap seorang narapidana (napi) Lapas Klas IA Tanjung Gusta, Kota Medan berinsial S, napi yang melakukan perekaman video viral menggunakan handphone berinisial H dipindahkan ke Lapas Klas IIB Gunung Sitoli, Sumatera Utara.

img_title Masuk Kategori Risiko Tinggi, 4 Napi Rutan Muntok Direncanakan Dipindah ke Nusakambangan

Hal tersebut dibenarkan Kepala Ombudsman Perwakilan Sumatera Utara, Abyadi Siregar kepada wartawan, Senin pagi, 4 Oktober 2021. Kasus dugaan penganiayaan tersebut, tengah ditangani oleh Ombudsman Sumut saat ini.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Abyadi bersama Kepala Keasistenan Pemeriksaan, James Panggabean dan Kepala Keasistenan PVL, Hana Ginting terbang ke Gunung Sitoli untuk meminta keterangan H terkait dengan video viral itu dan bagaimana handphone bisa masuk ke dalam Lapas Tanjung Gusta, Medan.

img_title Napi di Lapas Muaradua Tewas Dianiaya, 4 Orang Jadi Tersangka

"Permintaan keterangan itu berlangsung di Lapas Gunungsitoli, Lapas tempat H dipindahkan," ucap Abyadi.

Abyadi meminta keterangan H untuk mendalami dan menelusuri modus handphone bisa masuk dan digunakan napi di dalam Lapas Tanjung Gusta, Medan. Hal ini, menurutnya menjadi poin penting dalam menindaklanjuti kasus tengah ditangani Ombudsman.

img_title Napi yang Pakai Fasilitas Mewah di Lapas Cibinong Dapat Sanksi Bebas Remisi Setahun

"Ini menarik, Kita mendapat keterangan bagaimana modusnya HP bisa dimiliki warga binaan di Lapas Kelas-I Medan," jelas Abyadi.

Selain soal HP yang dimiliki warga binaan, juga terungkap bagaimana modus narkoba masuk ke dalam Lapas. Dalam permintaan keterangan itu, juga terungkap bagaimana perilaku oknum-oknum sipir Lapas.

Namun sayangnya, Abyadi enggan membeberkan temuan tersebut. Karena, masih dalam penyusunan Laporan Akhir Hasil Pemeriksaan kasus dugaan penganiayaan tersebut.

"Mohon maaf. Informasi yang lebih detail tentang semua ini belum bisa kami uraikan sekarang. Karena semua informasi ini adalah untuk kebutuhan penyusunan Laporan Akhir Hasil Pemeriksaan (LAHP) Ombudsman RI Perwakilan Sumut," tutur Abyadi.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Terkait kasus ini, Ombudsman Sumut memanggil untuk dilakukan klarifikasi dan memintai keterangan terhadap Plh Kepala Divisi Pemasyarakatan Kemenkuham Sumut dan menjabat sebagai Kepala Lapas Tanjung Gusta, Kota Medan, Erwedi Supriyatno, beberapa waktu lalu.

Selain itu, Ombudsman Sumut juga memanggil untuk dilakukan klarifikasi dan memintai keterangan terhadap Kepala Kanwil Kemenkumham Sumut Imam Suyudi, beberapa waktu lalu.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut