Mahfud Blak-blakan soal Kapal China di Natuna: Mengerikan bagi Mereka

Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud MD berbicara kepada pers saat kunjungan kerja ke Natuna, Kepulauan Riau, Selasa, 23 November 2021.
Sumber :
  • ANTARA

VIVA – Pemerintah memperkuat pertahanan untuk mengantisipasi gangguan di Laut Natuna, Provinsi Kepulauan Riau, yang berdekatan dengan Laut China Selatan.

img_title Bersatunya Arab Saudi, Turki, dan Pakistan Bikin China Khawatir, Kenapa?

Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud Md mengatakan hal itu di atas Kapal KRI Semarang saat perjalanan menuju Pulau Laut, Kabupaten Natuna, Provinsi Kepulauan Riau, Selasa, 23 November 2021.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Penguatan itu, katanya, dengan memperkuat pertahanan di laut, darat, udara, dan mengatur pemangku kepentingan kelautan dalam menangani gangguan yang muncul dari luar.

img_title Satu Fitur Bikin 4,3 Juta Mobil Ditarik, Terbesar dalam Sejarah China

"Awal tahun 2020, ketika kapal- kapal China dengan sangat provokatif, kita datang ke sini (Laut Natuna), Presiden ke sini, saya ke sini, lalu kita katakan ini wilayah kita. Jadi mengerikan bagi mereka bahwa kita ada. Maka mereka semua mundur.. mundur," kata Mahfud dalam siaran persnya yang diterima di Jakarta, Rabu.

Pemerintah, katanya, telah mengidentifikasi gangguan terhadap keutuhan bangsa dan negara. Di belahan barat, yaitu di Laut Natuna, banyak kapal dan perahu asing masuk melalui jalur itu, berbendera maupun tidak berbendera.

img_title Luhut dan Menlu China Wang Yi Rapat soal Investasi, Intip Pembahasannya

Selain penguatan dari dalam, pemerintah juga mengatur pemangku kepentingan di bidang kelautan agar mereka memahami prosedur-prosedur jika, misalnya, menangani pencuri ikan, melihat kapal mata-mata, penyelundup, dan lain-lain.

Pemerintah juga menggencarkan pembangunan yang bersifat multidimensi dengan meningkatkan kapasitas sosial ekonomi masyarakat di wilayah perbatasan.

Hal itu menjadi bukti bahwa negara berkomitmen untuk mengelola kawasan perbatasan, terutama wilayah pulau-pulau kecil luar (PPKT) di Indonesia, katanya.

"Bukan hanya pembangunan kekuatan aparat penegak hukum pertahanan dan keamanan di laut, tapi lebih dari itu. Presiden mengatakan, misalnya, berapa pun kita sediakan senjata, tentara, polisi di sana, namun kalau di bidang sosial ekonomi tidak dibangun, ya, tidak akan efektif menjaga negara," ujarnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sesuai pesan Presiden, Mahfud menjelaskan, penjagaan di perbatasan akan terus dilakukan dengan pengawasan, patroli, dan pembangunan di bidang ekonomi. Dia meyakini, keutuhan dan kedaulatan negara akan terjaga kalau perekonomian masyarakat terpenuhi. (ant)

Ketua DEN Luhut Binsar Pandjaitan Menteri Luar Negeri China Wang Yi.

Ini Agenda Besar Indonesia dan China 2027-2031

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Lin Jian mengaku CSD berlangsung sukses karena kedua negara sepakat untuk menyusun rencana aksi yang baru, yakni untuk 2027-2031

img_title
VIVA.co.id
24 Agustus 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut