Jokowi Pernah Sebut Ahok Calon Kepala Otorita IKN Nusantara

Mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.
Mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.
Sumber :
  • VIVAnews/Eduward Ambarita

VIVA – Ibu Kota Negara RI resmi dipindahkan. Setelah DPR dan pemerintah menyepakati RUU Ibu Kota Negara menjadi undang-undang, pada paripurna Selasa kemarin 18 Januari 2022. Proses pembangunan IKN Nusantara hingga kini masih berlangsung, dan rencananya akan mulai pindah pada 2024.

Siapa yang memimpin otorita IKN yang kini bernama Nusantara itu, memang belum diputuskan. Namun setidaknya, Presiden Joko Widodo sempat menyebut beberapa calon. Diantaranya adalah mantan Gubernur DKI yang kini menjabat sebagai Komisaris Utama Pertamina, Basuki Tjahaja Purnama (BTP) atau Ahok. Pada 2020, Presiden Jokowi memang sempat menyebut tiga kandidat nama.

"Jadi untuk otoritas Ibu Kota Negara kita memang akan segera tandatangani perpres, di mana di situ nanti ada CEO-nya. CEO-nya sampai sekarang belum diputuskan dan akan segera diputuskan insya Allah dalam minggu ini," kata Presiden Jokowi waktu itu, 2 Maret 2020 di Istana Merdeka.

Presiden Jokowi saat meninjau lokasi Ibu Kota baru RI di Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur.

Presiden Jokowi saat meninjau lokasi Ibu Kota baru RI di Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur.

Photo :
  • VIVAnews/Agus Rahmat

Dijelaskannya saat itu, selain nama Ahok, ada nama-nama lain yakni Bambang Brodjonegoro dan Tumiono. Bambang saat itu adalah Menteri Riset dan Teknologi.

"Namanya kandidat memang banyak. Satu, Pak Bambang Brodjonegoro, dua Pak Ahok, tiga Pak Tumiono, empat Pak Azwar Anas," kata Jokowi. Saat itu Bambang Brodjonegoro menjabat sebagai Menristek. Sementara Abdullah Azwar Anas adalah Bupati Banyuwangi dua periode.

Jokowi Bisa Tunjuk Langsung