Wabah PMK di Sumatera Barat Meluas hingga Empat Daerah

Hewan ternak sapi
Hewan ternak sapi
Sumber :
  • ANTARA FOTO/Aji Styawan

VIVA – Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Sumatera Barat merilis data wabah penyakit mulut dan kuku (PMK) yang menyerang hewan ternak terutama sapi, sudah menjalar ke empat wilayah, antara lain Kabupaten Sijunjung, Kabupaten Padang Pariaman, Tanah Datar, dan Kota Payakumbuh.

Berdasarkan hasil pelacakan dan pengecekan kondisi kesehatan, ditemukan sebanyak 75 kasus suspek pada hewan ternak sapi. Sebelas di antaranya dinyatakan positif terjangkit wabah PMK. 

“Kalau suspek ada 75 kasus. Namun hanya sebelas sampel yang dilakukan uji laboratorium. Hasilnya, positif. Jadi sisanya (64 ekor sapi) dilakukan penanganan dan perawatan yang sama dengan yang positif lantaran masih berada dalam satu kendang,” kata Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Sumatera Barat Erinaldi, Kamis, 19 Mei 2022.

Ratusan ekor sapi milik warga yang tinggal di kawasan rawan bencana Gunung Merapi di Desa Balerante, Klaten, Jawa Tengah, diungsikan ke tempat evakuasi hewan ternak.

Ratusan ekor sapi milik warga yang tinggal di kawasan rawan bencana Gunung Merapi di Desa Balerante, Klaten, Jawa Tengah, diungsikan ke tempat evakuasi hewan ternak.

Photo :
  • VIVA/Fajar Sodiq

Sebanyak 75 kasus suspek PMK pada hewan ternak sapi itu ditemukan di Kabupaten Sijunjung dengan 8 kasus. Di Kabupaten Padang Pariaman 57 kasus, Kabupaten Tanah Datar 6 kasus, dan di Kota Payakumbuh 4 kasus.

Seluruh hewan ternak yang terjangkit PMK itu diisolasi dan dirawat oleh tim kesehatan hewan. Dengan langkah pencegahan penularan, pasar ternak di Palangki Sijunjung yang merupakan lokasi temuan kasus pertama PMK sudah ditutup untuk sementara waktu.  

“Dengan menyebarnya PMK ini ke beberapa wilayah, maka kita imbau kepada seluruh pemilik ternak dan pedagang sapi untuk mematuhi instruksi yang sudah dituang dalam surat edaran Gubernur,” kata Erinaldi.