Aktivis 98: Daripada Jadi Lawyer, Mending Muannas Jadi Buzzer

Ketua Umum Cyber Indonesia Muannas Alaidid
Ketua Umum Cyber Indonesia Muannas Alaidid
Sumber :
  • VIVA.co.id/ Foe Peace Simbolon

VIVA – Sebagai warga negara yang baik, Sekretaris Jenderal DPP Partai Amanat Nasional (PAN) Eddy Soeparno penuhi panggilan penyidik Ditreskrimum Polda Metro Jaya sebagai saksi pelapor. Eddy mendatangi Polda dengan didampingi kuasa hukumnya terkait dugaan pencemaran nama baik yang dilakukan oleh pengacara Ade Armando, Muannas Alaidid pada Senin siang, 23 Mei 2022.

Disela-sela proses pemeriksaan Eddy Soeparno, melalui akun twitternya @muannas_alaidid malah mengumbar cuitan yang membawa-bawa keluarga Eddy Soeparno yang tidak ada kaitannya dengan kasus ini, apalagi menganggap dirinya orang yang paham hukum.

Aktivis Gerakan 98, Lutfi Nasution menilai apa yang dilakukan Muannas tidak mencerminkan seorang praktisi hukum. Apa yang dilakukan Muannas terkesan mempertontonkan sikap kepanikan ketika kasusnya ditindak lanjuti ketingkat penyidikan.

"Cuitan Muannas sangat memalukan, tidak mencerminkan dirinya sebagai seorang pengacara profesional. Apa yang dilakukannya mempertontonkan kepanikan terhadap laporan yang menimpa dirinya," kata Lutfi dalam keterangan tertulisnya, Selasa, 24 Mei 2022.

Masih Lutfi, sebagai seorang pengacara atau lawyer seharusnya Muannas mengikuti proses hukum yang berlaku, bukan melakukan penggiringan opini melalui media sosial (medsos).

"Dia kan seorang pengacara yang katanya paham hukum, alangkah eloknya ikuti saja proses hukum yang berlaku, ngapain juga melakukan penggiringan opini di medsos. Mending jadi Buzzer aja kalau gitu," ungkap kader PAN itu.

Lebih lanjut Lutfi mengatakan apa yang dilakukan Muannas hanya membuat gaduh, bahkan cenderung sekedar mencari dukungan dan pembenaran atas dirinya.