Brigjen Whisnu: Pendiri Koperasi Indosurya Bebas Sesuai KUHAP

Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim Polri, Brigjen Whisnu Hermawan
Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim Polri, Brigjen Whisnu Hermawan
Sumber :
  • Humas Polri

VIVA – Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim Polri, Brigjen Whisnu Hermawan menjelaskan dasar hukum dilepaskannya Pendiri Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Indosurya, Henry Surya dan Direktur Keuangan Indosurya, June Indria.

Menurut dia, penyidik tentu merujuk Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP) dan peraturan lainnya untuk melakukan penahanan terhadap seseorang tersangka, termasuk Henry Surya dan June Indria.

Gedung Bareskrim Mabes Polri. (Foto ilustrasi).

Gedung Bareskrim Mabes Polri. (Foto ilustrasi).

Photo :
  • VIVA.co.id/ Syaefullah.

Pasal 24 Ayat (1) KUHAP, bahwa perintah penahanan oleh penyidik paling lama 20 hari. Pasal 24 Ayat (2) KUHAP, bahwa apabila jangka waktu penahanan oleh penyidik tersebut diperlukan guna kepentingan pemeriksaan yang belum selesai, dapat diperpanjang oleh Penuntut Umum yang berwenang untuk paling lama 40 hari.

Kemudian Pasal 29 KUHAP mengatur, Ayat (1) yakni guna kepentingan pemeriksaan, penahanan terhadap tersangka dapat diperpanjang oleh Ketua Pengadilan Negeri karena tersangka menderita gangguan fisik atau mental yang berat; b. perkara diancam dengan pidana penjara 9 tahun atau lebih.

Ayat (2) menyebutkan, perpanjangan diberikan untuk paling lama 30 hari dan dalam hal penahanan tersebut masih diperlukan dapat diperpanjang lagi untuk paling lama 30 hari. “Ayat (6) berbunyi setelah waktu 60 hari, walaupun perkara tersebut belum selesai diperiksa, tersangka harus sudah dikeluarkan dari tahanan demi hukum,” kata Whisnu melalui keterangannya pada Minggu, 26 Juni 2022.

Selain itu, kata dia, pembebasan tahanan Menurut Peraturan Menteri Kehakiman Nomor: M.04-UM.01.06 Tahun 1983 tentang Tata Cara Penempatan, Perawatan Tahanan dan Tata Tertib Rumah Tahanan Negara (Permen Kehakiman Nomor 04/1983) dilakukan karena beberapa alasan.