Tantangan Ekstra Tim Kesehatan Jemaah Haji Indonesia

Jemaah haji sakit melaksanakan safari wukuf dengan bus ke Arafah
Jemaah haji sakit melaksanakan safari wukuf dengan bus ke Arafah
Sumber :
  • MCH

VIVA – Tidak hanya diberikan selama pelaksanaan puncak ibadah haji, pelayanan kesehatan untuk jemaah mulai dilakukan sejak awal jemaah haji tiba di Arab Saudi hingga kembali di Tanah Air.

Koordinator Lapangan Promosi Kesehatan Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi, dr Aris Yudhariansyah, MM, mengatakan, tim kesehatan Panitia Penyelenggaraan Ibadah Haji (PPIh) Arab Saudi memberi layanan kesehatan kepada jemaah sejak kedatangan jemaah ke Tanah Suci.

“Di bandara kita punya PPIH Kesehatan yang sejak awal menerima dan mengawasi kesehatan jemaah haji sejak saat tiba di Arab Saudi dan persiapan jemaah haji pulang ke Indonesia,” ujarnya kepada tim Media Center Haji (MCH).

dr Aris mengungkapkan, tim kesehatan selalu siap setiap saat melayani jemaah yang membutuhkan pelayanan kesehatan. Termasuk saat fase pemulangan jemaah, baik di Jeddah maupun di Madinah.

PPIH bidang kesehatan mempunyai pos kesehatan untuk menstabilisasi dan menyiapkan jemaah pulang ke Indonesia. “Jemaah bisa istirahat, baik pas datang dan akan kepulangan ke tanah air,” katanya.

Selama memberi layanan kesehatan pada para jemaah, diakui Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumut ini, ketersediaan SDM kesehatan masih sedikit bila dibandingkan dengan jemaah haji Indonesia yang rata-rata berusia lanjut usia (lansia) dan memiliki resiko tinggi (risti).

Hari terakhir kedatangan jemaah haji Indonesia di Jeddah

Hari terakhir kedatangan jemaah haji Indonesia di Jeddah

Photo :
  • MCH 2022

Di setiap kelompok terbang (kloter) ada 30 orang jemaah dengan kondisi risti. Sehingga harus diawasi dan harus dikomunikasikan antara PPIH bidang kesehatan dan dokter kloternya. “Ini sedikit memberi tantangan ekstra,” ucapnya.

Untuk penyakit paling banyak diderita jemaah adalah Inspeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) serta penyakit gangguan jantung yang mengakibatkan kematian. “Jadi kita selalu mengimbau agar jemaah jangan terlalu lelah, dan selalu memakai masker saat beraktivitas di luar,” imbuhnya.

Untuk itu, ia berharap pelaksanaan ibadah haji di tahun depan, bidang kesehatan Arab Saudi harus melakukan skrining yang ketat saat pendaftaran jemaah haji sehingga jamaah bisa istiqahah dalam pelaksanaan ibadahnya.

“Apalagi tahun ini cuaca ekstrim baik di Mekah dan Madinah. Jemaah haji butuh fisik yang sehat,” katanya.

Tim kesehatan, ucap dr Aris lagi selalu memberi edukasi terkait promosi kesehatan secara bergerilya di setiap sektor, bagaimana jemaah haji bisa melaksanakan ibadah dan mengatur aktivitas ibadahnya. Karena memang jemaah haji Indonesia paling rajin melakukan ibadah sunnah di Tanah Suci sehingga butuh fisik yang ekstra.

“Kita berharap jemaah bisa mematuhi dan menerima informasi kesehatan agar apa yang sama-sama kita inginkan, jemaah bisa sehat dalam melaksanakan ibadah selama di Tanah Suci,” tuturnya.